Format Panduan Ibadah Bagi MC

Format Panduan Ibadah Bagi MC

Contoh Doa Pembukaan

Contoh Doa Pembukaan

Contoh Doa Pengakuan Dosa

Contoh Doa Pengakuan Dosa

Lagu-lagu Remaja GMIM

Lagu-lagu Remaja GMIM

Lagu-Lagu Pujian

Lagu-Lagu Pujian

Sabtu, 11 Maret 2023

Renungan 12 - 18 Maret 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : LUKAS 22:24-38
Tema             : Iman Jangan Gugur Ketika Ditampi
    
    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, hari ini kita mengucap syukur kepada Dia, Tuhan kita Yesus Kristus yang atas perkenanan-Nya kepada kita, torang boleh menikmati kesehatan, kekuatan, bahkan berkat-berkat yang terindah masih kita terima sampai saat ini. Florence Nightingale adalah perempuan Inggris kelahiran Florence, Itali tahun 1820. la lahir dari keluarga berada, namun mau belajar tentang keperawatan, sekalipun ditentang oleh keluarganya. Ia satu-satunya orang yang mengajukan diri untuk merawat para tentara yang terluka pada saat perang Inggris bersama Perancis melawan Rusia. la dijuluki "bidadari berlampu", karena ia memaksa para tentara untuk menemaninya memeriksa para korban perang di semenanjung Krimea dengan lampu untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.

    Menjadi orang besar, memiliki kekuasaan dan diakui oleh orang lain merupakan impian banyak orang. Keinginan tersebut terdapat pula pada murid-murid Yesus, bahkan sampai menimbulkan pertengkaran di antara mereka. Tetapi Yesus memperingatkan para murid bahwa menjadi yang besar dan pemimpin bukanlah untuk menguasai, melainkan yang terbesar menjadi yang paling muda dan pemimpin yang melayani. Para murid melihat kemesiasan Yesus berdasarkan sudut pandang materialism. Mereka mengira Yesus akan menjadi Raja. Tidak heran bila mereka berambisi untuk diikutsertakan dalam pemerintahan-Nya kelak. Itu menyebabkan pertengkaran siapakah yang terbesar di antara mereka. Bahkan dalam perjamuan Paskah, saat Yesus mempersiapkan mereka untuk menerima fakta kematian-Nya, mereka malah bertengkar soal kedudukan. Menanggapi pertengkaran mereka, Yesus membandingkan kepemimpinan dunia dengan kepemimpinan rohani. Pemimpin dunia mengandalkan kuasa yang ada padanya untuk memerintah orang lain.

    Pembina remaja dan remaja yang mengasihi Tuhan. Tampi, alat (bahasa Ibrani. Mizreh. "tampi": Zara, menaburkan. Bahasa Yunani. Ptuon. "Tampi") Garpu kayu yang besar digunakan untuk menghambur-hamburkan bulir-bulir gandum ke udara, supaya tangkai-tangkai debu dihembuskan angin. Cara ini masih diterapkan di beberapa daerah di Asia Barat. Yohanes Pembaptis menggunakan ungkapan yang mudah dimengerti ini untuk melukiskan Yesus Kristus sebagai penampi besar yang memisahkan yang jahat dari yang baik. Iblis telah menuntut untuk menampi kamu. Kata "menuntut" ini jarang muncul di dalam Alkitab. Kata aslinya memang bermakna "menuntut" atau "meminta". Iblis secara khusus meminta, menghendaki dan menginginkan semua rasul itu agar Iblis bisa menampi mereka. Menurut pengajaran yang banyak beredar, iman itu tidak mungkin gugur. Jika iman memang tidak bisa gugur atau ambruk, maka tidak ada bahaya. Jika memang demikian halnya, tidaklah perlu Yesus bersyafaat bagi mereka. Jika kita “sekali selamat tetap selamat” tentunya Yesus tidak perlu berdoa supaya iman Petrus tidak gugur. Akan tetapi hal semacam itu bukanlah ajaran Yesus. Menurut Yesus. iman Petrus sedang berada dalam bahaya Malahan, iman semua rasul saat itu terancam bahaya keambrukan. Oleh karenanya, Yesus berkata: Jikalau engkau sudah insaf (kata lain diterjemahkan sebagai bertobat) dan kembali lagi adalah sebuah kalimat yang keras. Kalimat ini menunjukan adanya kegagalan yang sangat parah. Sehingga, para murid harus kembali lagi. Ini bukan suatu kegagalan yang kecil, Petrus akan gagal, dan kegagalannya sangat parah. Akan tetapi Yesus berdoa supaya Petrus tidak harus tergeletak. Dia akan jatuh akan tetapi tidak sampai dihabisi, jika kita memakai gambaran Paulus. Jadi. Yesus sudah tahu sebelumnya mengenai adanya satu bahaya besar dan dia berkata kalau kamu sudah bertobat, kuatkanlah saudara-saudaramu yang lain karena mereka juga akan menghadapi bahaya besar.

    Menjadi murid Yesus harus menjalankan tugas bukan sebagai orang yang harus dilayani namun sebagai orang yang harus melayani. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab pelayanan yang harus dilakukan dengan penuh kerendahan hati di hadapan Allah. Yesus sendiri telah memberi teladan hidup-Nya. la ada di tengah-tengah mereka sebagai pelayan, sampai la menyerahkan hidup-Nya untuk melayani semua manusia. Sampai saat ini pertengkaran untuk menjadi yang terbesar masih sering terulang dan dialami. Kedudukan dan jabatan menjadi fokus banyak orang. Ketidak-mengertian terhadap prinsip pelayanan Tuhan bisa terjadi karena motif yang salah dalam mengikut Dia. Salib Yesus bukan saja sumber keselamatan bagi kita tetapi pola hidup dan prinsip pelayanan yang membuat kita merendahkan diri dan menyangkal diri. Sebagai Pembina dan remaja, peganglah dengan sekuat tenaga Iman kita kepada Yesus Kristus, jangan lengah sedikit pun karena Iblis bisa merusak hidup kita ketika kita memberi cela sekecil pun. Marilah kita baik di gereja, keluarga, sekolah, masyarakat, dimana pun kita berada, sikap melayani bukan dilayani harus menjadi sikap dasar kita. Seperti Yesus telah melayani kita, maukah kita berkomitmen untuk melayani Tuhan dan sesama? Amin.




Sabtu, 04 Maret 2023

Renungan 05 - 11 Maret 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : Yesaya 50 : 4-11
Tema             : Ketaatan Hamba Tuhan

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, pernahkah kita melihat lampu merah, hijau, kuning di perempatan jalan atau di pertigaan jalan? So pasti. Mengerti dengan tanda lalu lintas itu? lya mengerti! Kalau begitu, apakah kamu patuh pada petunjuk itu? Kita tidak cepat menjawab, silahkan tersenyum. Sebab ada yang patuh tapi ada yang suka menerobos. Lampu merah, harus berhenti. Tapi dengan alasan mau cepat, akhirnya bertabrakan, celaka jadinya. Ada pula yang dapat petunjuk, jalan arah ke kiri, tapi melawan arus, ke arah kanan. Tidak taat, akhirnya tersesat. Orang tua memberi petunjuk dan peringatan pada anak remajanya. Adek kalo bergaul, hati-hati jangan sampe "layu sebelum berkembang" artinya jangan sampai hamil sebelum nikah. Tapi sang remaja tidak taat, akhirnya hamil sebelum nikah. Hamba Tuhan yang tidak taat pasti tersesat. Ketaatan hamba Tuhan mendatangkan berkat. Kata hamba, bahasa Yunani "Doulos" berarti budak, pesuruh, jongos, pembantu rumah tangga, pelayan. Sebagai hamba, ia harus taat pada tuannya. 

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, Nabi Yesaya adalah hamba Tuhan. Tugas Yesaya amatlah berat. Ia mendapat penglihatan tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yoram, Ahaz dan Hizkia, raja-raja Yehuda (Yesaya 1:1). Bahwa Yesaya diutus Tuhan kepada bangsa yang tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan. Jika pembina dan adik-adik remaja ditugaskan menegur sesama remaja yang nakal, suka melawan, keras kepala, apakah akan bertahan? Syukurlah kalau tetap sabar. Tantangan Yesaya bahwa bangsa Israel sudah sarat dengan kesalahan dan keturunannya berlaku jahat. Anak-anaknya berlaku buruk Mereka telah meninggalkan Tuhan, menista yang Mahakuasa (Yesaya 13-4). Namun oleh karena ketaatan sang hamba maka Tuhan menolong Yesaya. menyelamatkan Yesaya atas tugas yang penuh resiko.
    
    Hal-hal yang kita renungkan dari Yesaya 50:4-11 adalah sebagai berikut. Pertama. Tuhan Allah memberikan lidah seorang murid supaya dengan perkataan. dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Melalui mulut bibir hamba Tuhan, mereka yang lemah dapat dikuatkan. Yang membelakangi Tuhan akan berbalik. Hai remaja dan pembina remaja, milikilah lidah seorang murid yang penuh kelembutan namun mengandung ketegasan. Mulut, lidah, bibir, yang dipakai untuk memberi semangat kepada yang berkeluh kesah, akan sangat berarti. Sapaan-sapaan yang menyegarkan jiwa membuat hati bahagia. Hendaklah perkataan- perkataan kita kudus dan suci sehingga mereka yang mendengarnya termotivasi untuk memiliki iman yang kokoh dan kuat. Apakah diantara kita, masih ada yang suka mengucapkan kata-kata kotor, kata-kata makian? Pedih hati mendengarnya, tidak santun perkataannya dan perlakuannya kasar. Hendaklah kamu lemah lembut dalam hal saling menyapa dengan bibir yang diberkati Tuhan, bagai bibir seorang murid. Kemudian yang kedua. kepada hamba yang taat, setiap pagi Tuhan mempertajam pendengaran. Fokus pada apa yang hendak difirmankan oleh Tuhan, mendengar suara Tuhan. Bagaimana mendengar suara Tuhan? Adik-adik remaja dan pembina remaja yang taat berdoa, baca firman, dengar firman, pasti mendengar suara Tuhan. Contohnya saat ini, apa suara Tuhan pada kita? Jadilah hamba yang taat dan setia. Sebagaimana Tuhan membuka telinga Yesaya dan ia tidak memberontak, tidak membelakangi Tuhan, maka demikianlah kiranya kita, hamba Yesus Kristus.

    Selanjutnya yang ketiga. hamba Tuhan yang memiliki ketaatan pasti ditolong Tuhan. Hamba Tuhan dipukul, disesah, dinodai, diludahi namun tetap menyatakan ketaatan, akan berkata seperti Yesaya, "Tuhan Allah menolong aku. Aku tidak mendapat noda, aku meneguhkan hatiku" (ayat 7). Dunia akan mempersalahkan hamba Tuhan. Dunia telah mempersalahkan Tuhan kita Yesus Kristus sampai tersalib di bukit Golgota. Namun kebenaran telah berbicara hingga Tuhan kita Yesus Kristus bangkit dari kematian dan hidup. la dibenarkan oleh Bapa-Nya. Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. Semua yang menyatakan Yesus bersalah, mereka akan memburuk seperti pakaian yang usang. Ngengat akan memakan mereka. Ungkapan Yesaya adalah nubuat tentang penyelamatan salib Yesus Kristus. Janganlah kita saling mempersalahkan, sebab apa yang kau tabur itu pun yang akan kau tuai. Percayakah engkau akan hal ini? Jika kita percaya, pasti pertolongan Tuhan akan kita alami saat menabur kebaikan dan menuai berkat. 

    Keempat, baiklah setiap hamba Tuhan, takut akan Tuhan, percaya kepada Tuhan dan bersandar kepada Allah. Maka pasti Tuhan bersinar bagimu. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan. 

    Kelima, ingatlah, siapa yang bermain api, akan ditelan oleh api itu. “Sesungguhnya kamu semua yang menyalakan api, dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala api dan ke tengah-tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu, kamu akan berbaring di tempat siksaan" (ayat 11). Api roh kudus mendatangkan semangat hidup sehingga kita tetap bercahaya di dalam Kristus.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina, di minggu-minggu sengsara, saat kita menghayati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kita diingatkan tentang arti sebuah ketaatan. Tuhan Yesus yang taat menjalankan perintah Bapa, memperoleh kemenangan abadi. Ketaatan remaja dan pembina remaja atas semua hukum, perintah Tuhan, atas peringatan-peringatan orang tua, atas tanda- tanda awas "lampu merah" yang ditaati pasti diberkati. Amin. 



Sabtu, 25 Februari 2023

Renungan 26 Feb - 04 Mar 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan    : Mazmur 41 : 1-14
Tema             : Sahabat Karib Yang Berkhianat

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, ada ungkapan tua, "ada uang abang sayang, tidak ada uang abang melayang". Ungkapan ini artinya hubungan cinta 'matre' dan bukan atas dasar cinta kasih yang tulus dan murni. Kita diperhatikan, disanjung dan disayangi ketika kita hebat, pintar, kaya, tampan, cantik dan lain sebagainya. Hal ini sangat manusiawi, karena kecenderungan manusia pada umumnya tidak ingin susah, dilecehkan, disisihkan, diabaikan, dijelekkan tapi ingin hidup senang, dipuji, disanjung dan diperhatikan. Hubungan cinta 'matre' sangat rapuh. Banyak hubungan cinta 'matre' yang berlabuh dalam pernikahan ambruk dan bercerai ketika kehidupan menjadi susah, miskin, menderita. Ada pasangan menjalin hubungan cinta terlarang demi uang. Ada juga mencari kepuasan dengan yang lebih baik; tampan, cantik dan memberi kenikmatan. Hubungan cinta atas dasar 'matre' selalu berakibat kehancuran, sengsara dan penderitaan.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus, Raja Daud adalah raja yang paling hebat dan diberkati Tuhan Allah sepanjang sejarah bangsa Israel. Ada yang mengatakan raja Salomo. Tidak! Jika kita mencermati Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, nama raja Daud disebut paling banyak. Seratus delapan belas kali. Yesus Kristus disebut turunan raja Daud. Bukan Salomo. Akan tetapi putra sulungnya yang dimanja dan disayangi yaitu Absalom dan penasihatnya yang dipercaya, Ahitofel meninggalkannya dan mengkhianatinya. Mereka berdua ingin merampas kedudukan raja Daud dan menginginkannya cepat mati. Dalam keadaan yang terpuruk dan terancam, banyak sahabat dekatnya yang diberi kedudukan telah berpihak kepada Absalom dan Ahitofel. Karena hidupnya terancam baik oleh karena penyakit maupun ancaman kudeta, maka raja Daud melarikan diri dari istana raja. Kemana ia melarikan diri? Satu-satunya yang raja Daud percaya dan andalkan hanyalah pertolongan Tuhan Allah. Ia melarikan diri dan berdoa memohon pertolongan Tuhan Allah.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus. di hadapan Tuhan Allah, raja Daud mengaku dosa dan memohon pengampunan, penyembuhan dan pertolongan. Ia bertobat dan hanya mengandalkan pertolongan Tuhan Allah. Dalam pelariannya.ternyata yang membantu dan menolongnya adalah rakyat lemah dan miskin yang pernah ia bela, tolong dan perhatikan. Karena itu ia menuliskan pengalamannya dalam syair Mazmur 41:2-3. "Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi: Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!" Perbuatan baik menolong sesama yang membutuhkan pertolongan dan bantuan tanpa pamrih adalah nilai etis yang diajarkaņ oleh Yesus Kristus. Perbuatan baik dan integritas hidup raja Daud telah menyelamatkannya dari ancaman kudeta dan kesembuhan penyakitnya. “Engkau menopang aku karena ketulusanku. Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya." Dalam bahasa asli Yunani ketulusan sama artinya dengan integritas. Integritas adalah satu kata dan perbuatan. Apa yang diucapkan bibir datang dari hati yang tulus.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan Yesus, masa remaja adalah masa pancaroba. Masa transisi menuju kedewasaan, Pasti banyak gejolak dalam diri yang sedang mencari jati diri. Idolakanlah kasih Yesus Kristus dalam menjalin hubungan dengan rekan, sahabat, saudara. Kasih Yesus Ktistus adalah kasih agape. Kasih agape adalah seperti dalam 1 Korintus 13:4-7 "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. ”Siapa yang mau jadi pengkhianat bagi rekan, sahabat atau saudara kita? Tentu tidak ada bukan! Milikilah kasih agape. Karena kasih agape adalah kasih yang tidak menjadikan kita pengkhianat tapi menjadikan kita sebagai kawan dan sahabat yang setia baik waktu susah maupun waktu senang. Berdoa selalu meminta pertolongan Tuhan Allah supaya kita boleh memiliki kasih agape. Selalu berbuat baik menolong rekan, sahabat, teman sesuai kemampuan kita. Tuhan Allah akan memperhitungkan  sebagai kebenaran dan membahagiakan mereka yang ditolong serta membahagiakan kita. Amin.




Sabtu, 18 Februari 2023

Renungan 19 - 25 Februari 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan    : Kejadian 15 : 1 - 22
Tema             : Kemurahan Hati Mendatangkan Kesejahteraan Bersama

        Syalom! Damai di hati. Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, pembacaan Alkitab kita dari kitab Pengkhotbah 11:1-8 tentang pedoman-pedoman hikmat dengan tema perenungan: “Kemurahan Hati Mendatangkan Kesejahteraan Bersama". Penulis kitab Pengkhotbah adalah Salomo anak Daud, Raja Israel. Raja Salomo sangat terkenal dengan raja penuh hikmat. Hikmat dalam bahasa Ibrani “Khokhma”, bahasa Yunani “Sophia”, bahasa Inggris “Wisdom” yang berarti pengetahuan, pengertian, kebijaksanaan. Melalui hikmat, orang dapat menyelesaikan masalah dengan benar dan baik sesuai kehendak Tuhan. Contohnya saat Salomo mengambil keputusan atas dua orang ibu yang memperebutkan satu orang anak. Pusat hikmat adalah hati (1 Samuel 1:12-13). Menyimpan Firman, menyimpan janji dalam hati (Mazmur 119:11). Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Peran hati sangat penting dalam pengambilan keputusan sesuai kehendak Allah. Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatkannya kembali lama setelah itu. Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi (ayat 1-2). Roti adalah makanan, roti dapat berarti kepunyaan. Melemparkan roti bukanlah membuang dengan sembarangan, tetapi mengandung arti memberi dengan ketulusan hati sebab engkau akan mendapatkannya lama sesudah itu. Artinya jika engkau memberi, janganlah kau ingat-ingat pemberianmu, relakanlah itu seperti roti yang dilemparkan ke air, ia tidak akan kelihatan tapi mungkin berarti sebagai makanan pada ikan di air. Dan apabila engkau membagi berkat, memberikan kebahagiaan. jangan hanya kepada satu orang tapi kepada tuiuh malah delapan orang dan lebin banyak lebih baik. Pengkhotbah berkata kita tidak tahu apa yang akan terjadi di muka bumi ini. Jadi selama ada kesempatan untuk membagi berkat, lakukanlah itu dengan ketulusan hati. Berilah dari apa yang ada padamu bukan dari apa yang tidak ada padamu. Berilah dengan hati yang bahagia. bukan dengan terpaksa. Ingatlah, kerelaan hati memberi. pasti mendatangkan kesejahteraan bersama.
        Adik-adik remaja dan pembina remaja yang diberkati Tuhan, bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi: dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara. di tempat pohon itu jatuh. di situ ia tinggal terletak. Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur: dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. Scbagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu (ayat 3-5). Hidup ini adalah anugerah Tuhan. Angin yang menghembus akan selalu ada. Pengkhotbah memberi dorongan spiritual yang harus diaktualisasikan dalam giat bekerja yaitu menabur. Karenanya ayat 6 dikatakan, “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil atau kedua-keduanya sama baik". Bagi adik-adik remaja. rajinlah belajar tuntut ilmu dengan serius. Capailah kesuksesanmu dengan doa dan semangat. Selama alasan “angin” dan “musim” maka orang akan menjadi malas. Selama menunggu situasi dan kondisi baik baru kita membaca Alkitab atau beribadah, maka kita tidak akan jadi membaca Alkitab dengan rutin. Kita tidak mengetahui maksud Tuhan dalam hidup ini. Tetapi yang kita percaya bahwa Tuhan akan menyertai, memberkati setiap pekerjaan kita. Jadi selama ada kesempatan, kerjakanlah apa yang dapat dikerjakan hari ini. Jangan menunda hari esok, sebab hari esok ada kesusahannya sendiri. Jika waktu berdoa, berdoalah. Saat beribadah, beribadahlah. Waktu untuk belaiar, belajarlah. Pakailah waktu anugerah Tuhanmu.
        Adik-adik remaja dan pembina remaja yang diberkati Tuhan, terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik untuk mata. Oleh sebab itu, jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia hersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari gelap karena banyak jumlahnya, Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan. Ada orang tua bergumul karena anak remajanya “pang maraju” dan suka mengancam orang tua. Semoga ia berubah. Ayo! Bersukacitalah senantiasa. Jangan sampai sukacitamu dirampas oleh perselisihan, iri hati, kedengkian, kemabukan. Hikmat berbicara, bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa. Orang yang bersukacita dalam Tuhan, akan menyadari bahwa hidup ini tidak senang terus, ada saatnya dilanda gelap, mengalami kesusahan. Hendaklah kita ingat hari-hari yang gelap itu. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan kata Pengkhotbah. Tuhan Yesus Kristus adalah Hikmat Allah. Yesus Kristus adalah Hikmat bagi kita. “Tetapi oleh Dia, kamu berada dalam Kristus Yesus yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita”(1 Korintus 1:30). Tuhan Yesus memiliki hati sebagai hamba, Ia merendahkan hati, mengerjakan keselamatan dunia. Kemurahan hati Allah di dalam Yesus Kristus telah mendatangkan selamat dunia dan mendatangkan kesejahteraan bersama.
        Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, selama masih ada kesempatan, pakailah waktu Anugerah Tuhanmu, percaya bahwa kemurahan hatimu bagaikan melempar roti di air, memberi bagian pada tujuh sampai delapan orang atau lebih, akan mengerjakan berkat melimpah bagimu sesuai waktu Tuhan. Selamat menabur. Jangan biarkan tanganmu beristirahat. Oleh hikmat Allah, pasti kau akan menuai dengan sukacita. Amin.




Sabtu, 11 Februari 2023

Renungan 12 - 18 Februari 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan    : Lukas 6 : 37 - 42
Tema             : Jangan Menghakimi Supaya Engkau Tidak Dihakimi

Syalom! Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, tema renungan kita “Jangan menghakimi supaya Engkau tidak dihakimi". Apakah kamu pernah menghakimi sesamamu? Atau pernahkah kamu dihakimi? Apa perasaanmu saat menghakimi? Senang? Lebih untung dari yang dihakimi? Dan kalau dihakimi, bagaimana? Apakah hati terkoyak? Pasti marah, sedih bercampur gelisah, seolah siap melawan balik. Inilah suasana hati yang berkaitan dengan soal menghakimi. Menurut KBBI, menghakimi dari kata dasar “hakim” yang mengandung arti mengadili atau berlaku adil sebagai hakim. KataYunani, “Krino” (bentuk kata kerja) yang mengandung maksud mengkritik, mengecam, menilai, mendiskriminasi, memilah antara yang baik dan yang jahat, antara yang benar dan salah. Oleh karena itu melalui Injil Lukas 6:37-42 dan Matius 7:1-5, Tuhan Yesus memberi nasehat, “Janganlah kamu menghakimi maka kamupun tidak akan dihakimi, dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum, ampunilah dan kamu akan diampuni” (ay. 37). Ukuran menghakimi akan diukurkan kepadamu (ay.38). Yesus pun mengatakan pula suatu perumpamaan, “Dapatkah orang buta menuntun orang buta?” Bukankah keduanya akan jatuh dalam lobang? (ay. 39).

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, saling mempersalahkan telah menjadi kebiasaan. Padahal belum diperiksa, diteliti apakah orang yang dipersalahkan benar-benar salah. Bisa jadi, yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan. Sesungguhnya setiap manusia memiliki kekurangan, bisa salah dan berdosa. Seperti perumpamaan Yesus tentang orang buta. Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Dapatkah sama-sama bersalah, berdosa, saling menghakimi? Bukankah keduanya akan jatuh ke lobang? Bukankah dua orang yang saling menghakimi adalah orang-orang yang jatuh dalam dosa? Janganlah senang menganggap dirinya berarti, padahal tidak berarti. Saling menghakimi dan mempersalahkan adalah hal yang sangat sensitif, potensi konflik. Setiap orang punya cara pandang berbeda atas setiap persoalan. Menurut kita, kawan yang satu ini salah, ia patut dihakimi. Sementara menurut pandangan orang lain, kawan itu benar. Di saat kita sebagai remaja dan pembina remaja mulai berprasangka buruk terhadap sesama, itulah akar menuju saling menghakimi. Tergodalah kita, menganggap diri benar, suci dan tak bersalah. Padahal penuh kesalahan, dosa yang tak pernah disadari. Karena itu Yesus kembali memberi teguran, “Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata sesamamu, sedangkan balok dimatamu sendiri tidak kau ketahui?” (ay. 41). Selumbar di mata orang, dapat kau lihat tetapi balok di matamu sendiri tidaklah kau lihat. Melancarkan kritik, ancaman serta tuduhan bersalah pada orang lain padahal diri sendiri penuh dengan kesalahan. Teguran ini mengajak kita para remaja dan pembina remaja untuk mengintrospeksi diri. Mengeluarkan terlebih dahulu balok yang ada di mata kita, barulah kita mengkritik sesama, kritik membangun. Bila ia bersalah, ditegur untuk kembali pada jalan yang benar. Yesus berkata, “Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkan dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari dari mata saudaramu” (ay. 41-42). Orang-orang yang suka mengkritik, mengancam, menghakimi sesama hanya dengan prasangka buruk adalah golongan orang munafik. Nasehat “hal menghakimi” adalah kritikan tajam bagi kaum farisi, saduki, ahli-ahli taurat yang melancarkan tuduhan-tuduhan kesalahan dan ancaman pada Yesus padahal merekalah golongan orang munafik. Kita manusia terbatas untuk menilai kelakuan dan sikap sesama. Tapi Yesus Tuhan tak pernah terbatas untuk langsung mengetahui maksud-maksud jahat orang-orang Yahudi dan maksud-maksud baik dari orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, tak dapat dipungkiri, ada saja kenakalan-kenakalan remaja di tempat-tempat tertentu yang sampai mengangkat pentung dan pedang dan tawuran antar kampung. Menyedihkan sebab kadang menelan korban. Apa yang dapat kita lakukan supaya terhindar dari cara prasangka buruk dan menghakimi? Lukas 7:37c menjawab, “Ampunilah dan kamu akan diampuni. Sampai berapa kali kita harus mengampuni? Petrus berkata, "sampai 7 kali?" Yesus berkata “Bukan! Aku berkata kepadamu bukan sampai 7 kali melainkan sampai 70 kali 7 kali”(Matius 18:22). Tuhan Yesus adalah contoh konkrit pemberi pengampunan, Yesus telah berkorban. Oleh kasih-Nya Dia memberi pengampunan melalui penebusan sempurna yang dikerjakan di salib Yesus di Kalvari. Bagaimana dengan kamu hai remaja dan pembina remaja? Masih adakah di dalam kehidupan kita persélisihan, tuduhan dan saling menghakimi? Adakah yang berselisih dengan mama dan papa sampai menghakimi orang tua? Adakah yang berselisih paham antar sesama anggota remaja sehingga sudah saling menghakimi? Masih adakah sesama kakak pembina Komisi Pelayanan Remaja Sinode, Wilayah dan Jemaat, berprasangka buruk? Terimalah ajakan ini: “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah, hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:31-32) .Janganlah menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Amin.



Sabtu, 04 Februari 2023

Renungan 05 - 11 Februari 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan    : Yohanes 15 : 1 - 8
Tema             : Gereja Sehat Berbuah Bagi Kemuliaan Tuhan

Adik-adik Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, masih ingatkah kita dengan lagu, “Yesus pokok dan Kitalah carangnya"? Ayo... mari kita nyanyikan bersama dengan gerakan. "Yesus pokok dan kitalah carang-Nya..” Bagaimana adik-adik remaja dan pembina remaja, senangkan menyanyikannya? Pasti! Apalagi disertai gerakan. Makna pujian ini sangat bagus. Pembacaan Alkitab dari Yohanes 15:1-8 judulnya “Pokok anggur yang benar". Penginjil Yohanes memberi kesaksian bahwa Tuhan Yesus memberi pernyataan, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya”. Sudah pernah lihat pohon anggur? Kalau makan buah anggur, umumnya sudah pernah. Buahnya enak, manis dan bermanfaat bagi kesehatan. Anggur adalah tanaman buah merambat yang mempunyai segudang manfaat. Perumpamaan Tuhan Yesus “Akulah pokok anggur yang benar”, tujuannya supaya para murid pengikut Yesus memiliki keyakinan iman percaya bahwa Yesus Kristus adalah sumber kehidupan. “Yesus berkata: kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Matius 28:18). Kuasa kehidupan di sorga dan di bumi ada pada Yesus. Yesus adalah pokok anggur yang benar mengingatkan kita bahwa ada pokok anggur yang tidak benar yang bisa layu dan mati.

Gereja selaku persekutuan orang percaya dinyatakan sehat bila ia berpaut bagai ranting pada pokok anggur yang benar. Pengikut Kristus, orang Kristen termasuk adik-adik remaja dan pembina remaja adalah ranting yang darinya diharapkan berbuah. Ya! Berbuah banyak. “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah” (ay. 2). Bagaimana supaya berbuah banyak? Ranting tak bisa hidup dari dirinya sendiri. Ia tidak dapat berbuah bila ia tidak tinggal pada pokok anggur. Ia tidak berbuah benar jika tidak pada pokok anggur yang benar. Pokok anggur yang benar adalah Yesus Kristus Tuhan, Juruselamat dunia. Ranting-ranting-Nya adalah Gereja: persekutuan orang percaya yang taat dan setia. Yesus berkata,“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, ... barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia, ia berbuah banyak”. Kunci gereja yang berbuah ialah tinggal di dalam Yesus. Sebuah peringatan dari Yesus bahwa, “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". Dan katanya lagi, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, dikumpul dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar”.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, betapa penting melalui perumpamaan ini Yesus berpesan bahwa para pengikut Kristus, Gereja Tuhan, tidak boleh tidak, harus berbuah. Buah-buahan apa yang kamu kenal? Coba kita sebutkan: Mangga, manggis, pepaya, apel, rambutan, semangka, anggur, dan masih banyak lagi. Semua jenis buah ini enak dan bermanfaat bagi kesehatan. Gereja di dalamnya remaja dan pembina remaja diharapkan sehat dan berbuah. Apakah remaja yang berbuah adalah remaja yang berubah wujud menjadi buah anggur? Menjadi semangka? Tidak! Gereja yang sehat, yang tinggal di dalam Yesus, yang percaya pada Yesus adalah gereja yang hidupnya berbuah kebenaran, hidupnya penuh dengan buah-buah roh. “Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Galatia 5:22-23a). Gereja yang hidup oleh roh, baiklah hidupnya dipimpin oleh roh. Jika gereja sehat maka ia akan berbuah untuk kemuliaan Tuhan. Yesus berkata, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya". Betapa baiknya Yesus Tuhan. Firman Tuhan adalah jaminan. Di kala sakit, kita meminta kesembuhan. Di saat lemah, memohon kekuatan. Di kala sementara studi, minta hikmat. Saat pergumulan ekonomi, memohon belas kasihan. Pokok anggur yang benar sangat peduli, Ia adalah sumber segala berkat. Yesus berkata,“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (ay. 8). Penginjil Yohanes sangat menekankan hubungan Allah Bapa dan Anak. Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal”.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, besar kasih Allah Bapa untuk dunia. Oleh Yesus Kristus Anak Allah, dunia diselamatkan. Karena itu setiap orang yang percaya pada Yesus yang adalah pokok anggur yang benar haruslah berbuah. Jika kamu berbuah kasih, maka kamu dapat melawan buah daging: perseteruan, perselisihan, kedengkian. Jika kamú memiliki sukacita, maka amarah dan roh pemecah akan beranjak darimu. Jika kamu memiliki damai sejahtera, maka iri hati, hawa nafsu, kecemasan akan menjauh darimu. Jika kamu memiliki kesabaran, kemurahan, kebaikan dan kesetiaan serta lemah lembut maka kepentingan diri sendiri tidak akan menghambat dirimu untuk tetap berbuah. Dan jika kita hidup dalam roh penguasaan diri, maka percabulan, penyembahan berhala dan pesta pora tidak akan merampas benih-benih untuk tetap berbuah bagi Allah. Demikian kamu mempermuliakan Allah Bapa, berbuah bagi kemuliaan Allah. Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus pokok anggur yang benar. Yesus pokok dan kitalah rantingnya. Pastilah kita berbuah. Amin.



Sabtu, 29 Oktober 2022

Renungan 30 Okt - 05 Nov 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan    : Kejadian 15 : 1 - 22
Tema             : Firman Tuhan dan Janji Pemulihan

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, masih ingatkah kita dengan lagu ini: “Bapa Abraham mempunyai banyak sekali anak-anak"? 
Mari kita nyanyikan lagu ini (.-.)
Abram yang kemudian disapa Abraham (Kej. 17:5), keturunannya seperti bintang-bintang yang tak terhitung banyaknya bahkan tanah negeri harta benda menjadi kepunyaannya. Bagaimana Abram memperolehnya? Bukan kuat dan gagah perkasanya dia, tapi semua adalah pemberian Allah berdasarkan komitmen pada perjanjian. Komitmen dari bahasa latin commiter artinya mempercayai, mengerjakan, menyatukan, menggabungkan. Komitmen mengandung arti menyatakan percaya dan sanggup menepatinya dengan tanggung jawab. Sedangkan perjanjian adalah persetujuan tertulis atau dengan lisan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan mentaati persetujuan itu. Komitmen pada perjanjian menyatakan kesetiaan.

Allah memilih Abram dalam kesetiaanya. Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Jangan takut Abram, Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar". Kita pun bersyukur bahwa Tuhan juga adalah perisai bagi kita, pelindung kita. Karena itu setiap kali Allah berfirman, Abram menjawab “Ya, Tuhan Allah” (ayat 2.8). Jawaban ini adalah tanda kesediaan melakukan kehendak Allah. Respon positif dari Abram ialah percaya, yakin akan perkataan Tuhan. Apakah yang Tuhan akan berikan kepadanya? Dan karena Abram belum punya anak, ia berkata kepada Tuhan bahwa Eliezer hambanya saja yang jadi ahli warisnya. Tuhan berfirman kepada Abram bahwa bukan Eliezer, tapi anak kandung Abram yang akan jadi ahli waris.

Mendengar ini kita pun akan bingung dengan hal yang tidak mungkin. Abram dan Sara sudah tua, hal ini tidak mungkin tapi ternyata bagi Allah semuanya mungkin. Mustahil bagi manusia tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Janji firman Allah digenapi saat Sara melahirkan Ishak. Abram berumur 100 tahun, Sara berumur 90 tahun (Kej 17:17, 21:5). Ishak memperanakkan Yakub, dan dari Yakub lahirlah yang disebut 12 suku Israel (Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin) dan anak perempuan Dina. Seterusnya keturunan Abram menjadi banyak seperti bintang-bintang yang,tak terhitung. Percayalah Abram kepada Tuhan maka Tuhan memperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran (ayat 6).

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, betapa baiknya Allah kita, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah yang kita percaya melalui Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat dunia. Allah yang membawa Abram keluar dari Ur-Kasdim daerah Mesopotamia ke negeri yang ditunjukan, adalah Allah yang memberi kepada Abram dan keturunannya suatu negeri mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan,dengan menerima berkat melimpah seperti Abram maka hal penting dalam hidup kita para remaja dan semua orang adalah beribadah, bersyukur, berterima kasih, memberi persembahan kepada Tuhan, sebab itu yang diinginkan-Nya. Abram taat dan setia saat Allah berfirman supaya membuat persembahan bagi-Nya. Banyaklah berkat yang Tuhan berikan kepada orang tua, mama papa kita, bahkan secara langsung buat kita. Nafas kehidupan tak ada bandingnya dengan harta benda. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan! Haleluyah!” (Maz. 150:6). la memberi peringatan kepada Abram yang dikasihi-Nya bahwa keturunannya akan menjadi asing dalam suatu negeri dan mengalami perbudakan. Firman ini benar terjadi bahwa Israel dibuang ke Mesir menjadi budak selama 400 tahun lamanya. Tetapi Tuhan akan mengutuk Mesir dan membiarkan kaum Israel membawa harta benda yang banyak. Benar-benar Allah kita adalah Allah pelindung dan penolong dalam kesesakan, sangat terbukti.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, teladanilah iman Abram yang selalu percaya dan yakin akan firman Tuhan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia adalah mungkin bagi Allah. Tidak ada yang mustahil asal percaya. Belajarlah terus memberi persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Jika orang tua sudah persiapkan uang persembahan buatmu maka berilah uang itu sebagai persembahan. Jangan so pigi ba beli di warong kong kurang sisa-sisa tu da kase. Sapa yang jadi asisten bendahara remaja, remaja kolom, rayon, jemaat, wilayah, dan sinode, jujurlah mensentralisasikannya, jangan pake itu doi persembahan utuk urusan pribadi. Berdosa itu! Kalo ada yang so terlanjur pake doi derma, cepat jo bertobat! Ingat komitmen pada perjanjian saat terpilih dan dilantik. Abram atau bapa Abraham menjalani hidupnya dengan keyakinan iman dan perbuatan nyata sehingga ia diberkati. Kita pun yakin, sebagai remaja dan pembina remaja bahwa Tuhan memberkati kita secara berlimpah-limpah oleh keyakinan kepada Yesus Kristus, asalkan kita tidak ingkar janji. Bagaimana komitmen iman kita selaku remaja dan pembina remaja? Ingkar janji? Katakan tidak! Janji yang manis tak kan kulupakan! Jadikan itu komitmen iman atas perjanjian. Amin.



Sabtu, 22 Oktober 2022

Renungan 23 - 29 Oktober 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan    : Yohanes 4 : 1 - 21
Tema             : Air Kehidupan yang memulihkan

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, setiap kita tentu membutuhkan air. Air adalah sumber kehidupan makhluk hidup. Secara khusus manusia, setiap kita membutuhkan :air antara lain untuk kebutuhan minum, kebutuhan mandi, kebutuhan cuci bahkan masih banyak kebutuhan yang berkaitan dengan air. Dan dalam bacaan minggu ini Firman Tuhan dalam Yohanes 4:1-21 berbicara tentang seorang perempuan Samaria yang bercakap-cakap dengan Tuhan Yesus di salah satu sumur yang disebut sumur Yakub tepatnya di sebuah kota di Samaria yang bernama Sakhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf.(ay4)

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, sekilas tentang Samaria dan Yahudi adalah 2 kubu yang berseteru kurang lebih sekitar 400-an tahun. Sehingga orang Yahudi tidak mau bergaul dengan orang Samaria dan bahkan orang Yahudi tidak mau melintasi kota Samaria oleh karena perbedaan tersebut. Dan dalam bacaan ini kita bisa melihat bahwa Yesus meninggalkan Yudea dan kembali ke Galilea dan dalam perjalanan-Nya Yesus melewati kota Samaria. (ay. 3-4) Nah, ketika dikaitkan dengan perbedaan antara orang Yahudi dan Galilea yang dimana Tuhan Yesus itu secara garis keturunan adalah keturunan Yahudi maka terjadi pertemuan antara dua orang yang di latar belakangi oleh perbedaan. Cerita ini diawali dengan perjalanan Yesus yang singgah di Samaria dan duduk di pinggir sumur di sekitaran jam 12 saat itu. Kemungkinan besar Yesus di situ sekitar jam 12 siang. Kalau di padang pasir pasti dahaganya luar biasa dan kalu torang dalam perjalanan kong panas terik atau kelelahan apalagi so jam 12 siang maka biasanya akan haus dan mencari air untuk menghilangkan rasa haus itu. Maka datanglah perempuan Samaria untuk menimba air dan Yesus berkata kepada perempuan itu di ayat 7, "Berilah Aku minum". Sekilas tentang kebiasaan orang Yahudi maka tidak diperkenankan bertemu dengan perempuan apalagi hanya berdua seperti Yesus dan perempuan Samaria. Dan juga orang Samaria ini sangat dibenci oleh orang Yahudi. Dalam ayat 9, jelas seorang perempuan Samaria agak keberatan dan berkata “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, orang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan Samaria). Artinya perempuan ini merasa tidak layak berjumpa dengan Yesus apalagi nelayani permintaan Yesus saat meminta air. Dari jawaban Yesus jelas bahwa Yesus mempunyai maksud untuk meruntuhkan perbedaan anatara Yahudi dan Samaria sehingga dalam ayat 10 Yesus memberi pemahaman kepada perempuan itu dengan kalimat, “Jikalau engkau tahu tentang kasih karunia Allah dan siapakah yang berkata kepadamu: berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan la telah memberikan kepadamu air hidup.” Yesus sebenarnya sedang menjelaskan kepada perempuan itu tentang Yesus adalah sumber air hidup itu. Tetapi perempuan itu menjawab: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur iní amat dalam; dari mana Engkau memperoleh air hidup itu?”

Ada dua versi dalam percakapan ini. Yang pertama adalah Yesus meminta air minum dan yang kedua adalah tidak ada timba karena sumur itu amat dalam. Artinya perempuan ini bertanya karena mustahil bagi mereka untuk mendapatkan air. Namun dí ayat 12 dikatakan, "Adakah Engkau lebih besar dari bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" Selanjutnya Yesus menjawab “Barangsiapa minum aír ini ia tidak haus lagi." Dan barangsiapa minum air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus lagi selama-lamanya.(ay.12-14) Dari ayat ini Yesus sedang menyatakan bahwa Dia adalah sumber air hidup yang benar dan barang siapa minum air dari pada Tuhan yaitu Firman yang hidup maka ia tidak akan haus lagi.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, perempuan Samaria ini baru mengerti bahwa Yesus tidak menjelaskan air sumur itu tetapi Air Hidup yaitu diri-Nya sendiri. Dalam ayat 15, perempuan Samaria itu meminta air yang tepat yaitu air hidup. “Berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus lagi dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” Dengan kata lain perempuan ini ternyata memiliki kehausan rohani supaya dia dipuaskan oleh air hidup yaitu Yesus sendiri. Ayat selanjutnya di ayat 16, Yesus berkata, "Pergilah, panggillah suamimu ke sini." Rupanya Tuhan sedang menguji perempuan ini untuk memanggil suaminya. Suami yang dimaksud Tuhan sebenarnya bukan suami-suaminya sebab di ayat selanjutnya perempuan itu sudah memiliki suami yang berjumlah 5. Sebab perempuan itu berkata aku tidak mempunyai suami dan kata Yesus kepadanya bahwa tepat katamu bahwa engkau tidak mempunyai suami, padahal perempuan iní tercatat gonta-ganti pasangan. Dan saat dia tidak bersuami lagi maka kehidupannya terasa kosong, hampa dan tidak ada artinya. setelah percakapan itu maka terbukalah mata iman perempuan itu dan mengaku Yesus adalah seorang Nabi. Dan dí ayat 21, "Yesus berkata kepadanya: Percayalah kepada-Ku hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem." Dengan kata lain bahwa perempuan ini jangan lagi memiliki kehausan duniawi namun harus memiliki kehausan rohani dan Yesus-lah sumber air hidup yang tepat.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, dari bacaan ini ada beberapa hal yang penting yang kita harus pahami bersama. 

Pertama: dunia ini semakin jahat dengan pernyalahgunaan perkembangan teknologi. Banyak yang menjadikan perkembangan teknologi ini bukan sebagai berkat melainkan kutuk. 

Kedua: dasar sebagai orang yang percaya yang sebenarnya harus saling mengasihi namun kepentingan pribadi dan kelompok justru lebih dominan dari pada kasih Kristus. 

Oleh karena itu penting bagi remaja dan pembina untuk kembali kepada Yesus yang adalah sumber air kehidupan yaitu Firman Allah yang hidup. Bagaimana caranya? Tiap hari musti rajin baca Alkitab kong kase ilang itu kebiasaan duniawi yang beking torang haus deng keinginan daging yang cuma sementara. Selanjutnya torang samua musti rajin berdoa sebagai bentuk percakapan deng Tuhan supaya Tuhan nda mo sebiar pa torang samua. Mari torang belajar pa perempuan Samaria ini. Biar dia orang berdosa deng ja semba allah laeng mar pas baku dapa deng Tuhan Yesus dia sadar deng bertobat. Mari torang bertekun dalam doa supaya torang salalu di sertai Tuhan.Amin



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More