Format Panduan Ibadah Bagi MC

Format Panduan Ibadah Bagi MC

Contoh Doa Pembukaan

Contoh Doa Pembukaan

Contoh Doa Pengakuan Dosa

Contoh Doa Pengakuan Dosa

Lagu-lagu Remaja GMIM

Lagu-lagu Remaja GMIM

Lagu-Lagu Pujian

Lagu-Lagu Pujian

Minggu, 14 Mei 2023

Tata Gereja GMIM 2021 - TATA DASAR



PEMBUKAAN

Puji syukur bagi Tuhan Allah, Bapa dalam Yesus Kristus Juruselamat (2 Petrus 2:20), yang oleh Roh-Nya yang kudus telah memanggil, memilih, mengutus, memberkati dan menyertai Gereja-Nya. (Kejadian 12:1-3, Efesus 1:3-14; Matius 28:19-20; Markus 16:15). Dialah juga yang telah memampukan orang-orang di tanah Minahasa mengenal dan menerima Injil Yesus Kristus sehingga terbentuk jemaat- jemaat Kristen di Minahasa yang di kemudian hari menjadi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Tuhan Allah telah menghadirkan GMIM melalui Indische Kerk, melalui para Zendeling (yang kemudian disebut juga "hulpprediker" atau Pendeta Pembantu) dari Eropa, para Penolong pribumi atau "hulpzendeling" (yang kemudian disebut "inlandsche leraar" atau guru/pendeta pribumi) dan banyak Guru Jemaat pribumi. Sebagian dari tenaga pribumi ini bahkan telah mengabarkan Injil di luar tanah Minahasa.
Berdasarkan pemahaman dan penghayatan akan Firman Tuhan dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, diajarkan secara berkesinambungan oleh orang-orang beriman yang memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus, maka GMIM adalah bagian dari Gereja yang esa, kudus, am dan rasuli yang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Filipi 2:11) dan Kepala Gereja (Efesus 4:15).
Gereja Masehi Injili di Minahasa terpanggil untuk bersekutu, bersaksi dan melayani di tanah Minahasa, di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, bahkan di seluruh dunia, sebagai ungkapan iman, harapan dan kasih kepada Allah, dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. GMIM sebagai Gereja Bagian Mandiri dari Gereja Protestan di Indonesia sejak 30 September 1934, berdasarkan: Staatsblad Hindia Belanda nomor 563/1934, tanggal 17 September 1934 dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Protestan Departemen Agama Republik Indonesia, nomor 91/1992, tanggal 5 Oktober 1992.
Gereja Masehi Injili di Minahasa sebagai buah Pekabaran Injil yang telah dimulaikan sejak berabad-abad sebelumnya, secara berkesinambungan melaksanakan amanat Yesus Kristus yang tidak pernah berubah untuk membaharui, membangun dan mempersatukan Gereja; memberitakan Injil kepada segala makhluk, serta melayani demi keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan Tuhan Allah. GMIM sebagai Tubuh Kristus berperan serta mewujudkan Gereja Kristen yang Esa. Untuk itu diperlukan Tata Dasar bagi setiap anggota Gereja dalam penatalayanan waktu, kesanggupan dan harta benda sebagai kasih karunia Allah (Luk. 12:42-44), demi kesejahteraan umat manusia dan keutuhan ciptaan. Tata Dasar ini menjadi dasar dari setiap Peraturan dalam Tata Gereja yang mengatur, memperlancar, menertibkan dan mengembangkan pelayanan setiap anggota tubuh Kristus.


BAB I
NAMA DAN BENTUK GEREJA

Pasal 1 
Nama Gereja
Gereja Masehi Injili di Minahasa disingkat GMIM adalah persekutuan orang-orang Minahasa dan suku lain serta ras lain, yang ada di tanah Minahasa dan di luar tanah Minahasa yang percaya kepada Yesus Kristus untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Tuhan Allah dan menjadi berkat bagi orang banyak di mana pun dan kapan pun.

Penjelasan
Kata "Masehi" berasal dari bahasa Arab yang sama artinya dengan kata Kristen. Demikian juga dengan kata "Injili" yang berakar pada kata Arab "Injil" yang sepadan artinya dengan kata Yunani "Euanggelion" yang berarti kabar baik.
Dalam sejarah gereja, ungkapan "Masehi Injili" sama artinya dengan Protestan.
Dengan demikian GMIM adalah persekutuan Umat Kristiani yang senantiasa mewartakan Injil (kabar baik) sesuai amanat panggilan Yesus Kristus yang adalah Kabar Baik itu sendiri. Pengertian suku menunjuk pada pengertian etnik di skala nasional (NKRI) dan kata ras menunjuk kepada Mongoloid, Negroid dan Caucasian dalam skala internasional (global). Kata "di" dalam nama Gereja Masehi Injili di Minahasa digunakan berdasarkan: Staatsblad Hindia Belanda nomor 563/1934, tanggal 17 September 1934. Kata "di" dalam nama GMIM menunjuk pada tempat/batasan geografis di tanah Minahasa saat berdiri, sekaligus menunjuk pada nama diri dari organisasi gereja ini yang berada di seluruh dunia.
GMIM adalah hasil pekabaran Injil di tanah Minahasa. Oleh karena Injil telah melekat di dalam GMIM, maka GMIM bertugas memberitakan injil ke seluruh dunia karena memiliki karakteristik esa, kudus, am, rasuli dan universal (band. Kejadian 12:1-3;1 Petrus 2:9,10; Kisah Para Rasul 1:8; I Korintus 9:16; Matius 28:19-20 Lukas 4:18-21). Itu berarti kehadiran GMIM melebihi keberadaannya di tanah Minahasa. GMIM meluas secara geografis dan terbuka bagi orang-orang percaya dari berbagai latar belakang sosial budaya untuk menjadi anggota di salah satu jemaat GMIM.

Pasal 2 
Bentuk Gereja
Gereja Masehi Injili di Minahasa adalah penjelmaan keesaan seluruh anggota Gereja yang tersusun aras Jemaat, Wilayah dan Sinode.

Penjelasan
Cukup Jelas.


BAB II 
PENGAKUAN DAN PANGGILAN GEREJA

Pasal 3
Pengakuan Gereja
  1. GMIM mengaku bahwa Tuhan Allah adalah Esa: Bapa, Pencipta alam semesta yang menyatakan diri dalam Anak-Nya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Kepala Gereja dan Tuhan dunia yang dalam Roh Kudus menuntun, membaharui dan menggenapi segala sesuatu sesuai kesaksian Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  2. Dalam persekutuan dengan Gereja-Gereja di segala abad dan tempat, GMIM mengakui Pengakuan Iman Oikumenis: Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, Pengakuan Iman Athanasius sesuai tafsiran Reformasi dan Pemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK) Gereja-Gereja di Indonesia. 
  3. Pengakuan Iman GMIM

Penjelasan
1-3. Cukup jelas.

Pasal 4
Panggilan Gereja
Panggilan GMIM bersumber dari kesaksian Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Penjelasan
Lihat: Kej. 12:1-3; Kel.23:6-8; Im. 16:18-20; Mat. 5:13-16;22:34 40; Mrk.3:13-19; Kis. 1:8; 2 Kor. 4:1-6; 2 Tim. 4:1-5.

Pasal 5
Bentuk-Bentuk Panggilan Gereja
  1. Anggota GMIM dipanggil untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani.
  2. GMIM terpanggil untuk memperlengkapi anggota- anggotanya melalui Pembinaan Warga Gereja (PWG) serta bertanggung jawab atas pendidikan dan pelengkapan Pelayan Khusus, baik secara formal, non formal maupun informal.
  3. Anggota GMIM terpanggil untuk mengelola segenap anugerah dan karunia Tuhan Allah dalam segala bentuk.

Penjelasan
  1. Panggilan dalam pasal ini pada hakikatnya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan sekalipun dapat dibeda-bedakan.
  2. Dalam rangka pelengkapan anggota-anggotanya, GMIM perlu selalu menguji ajaran dan ibadahnya, apakah tetap berdasar pada iman kepada Yesus Kristus, baik sebagai perseorangan maupun sebagai persekutuan.
  3. Yang dimaksud dengan anugerah dan karunia Tuhan Allah, antara lain: pikiran, tenaga, waktu, harta dan alam sekitar.

Pasal 6
Penyelenggaraan Panggilan Gereja
  1. Penyelenggaraan panggilan GMIM bersumber dari pola pelayanan dan pemerintahan Kristus.
  2. Penyelenggaraan panggilan GMIM berada di aras Jemaat, Wilayah dan Sinode. 
  3. Penyelenggaraan panggilan GMIM berada di tanah Minahasa dan di luar tanah Minahasa.

Penjelasan

  1. a. Pola pelayanan Kristus adalah kehambaan yang berdasarkan kasih, pengorbanan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran dan penguasaan diri yang tidak mencari keuntungan diri sendiri (Filipi 2; Galatia 5).

b. Pemerintahan Kristus nampak antara lain dalam hal pengambilan keputusan di semua aras, bertindak menurut kehendak Yesus Kristus dan tidak mengatasnamakan kehendak pribadi atau anggota jemaat (Roma 11:36).
2-3. Cukup jelas.

Pasal 7 
Anggota
Anggota GMIM adalah orang-orang percaya kepada Yesus Kristus yang terdaftar di salah satu jemaat GMIM.

Penjelasan
Cukup jelas.


BAB III
SISTEM DAN STRUKTUR GEREJA

Pasal 8
Sistem Gereja
Gereja Masehi Injili di Minahasa sebagai gereja mandiri ditata dalam sistem Presbiterial Sinodal berdasarkan pemerintahan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus.

Penjelasan
Kata Presbiterial Sinodal berasal dari bahasa Yunani, "presbyteros" (πрεσẞUтέроç) artinya tua-tua atau yang dituakan (Diaken, Penatua, Guru Agama, Pendeta). Sinodal dari kata "syn-hodos" (σúvódoç) artinya berjalan bersama. Dengan sistem "presbiterial sinodal" maka kepemimpinan kepelayanan GMIM dan dalam hal pengambilan keputusan dan ketetapan dijalankan secara musyawarah untuk mufakat oleh para presbiter pada persidangan di semua aras.

Pasal 9
Struktur Gereja
Struktur GMIM ditata dalam tiga aras yakni Jemaat, Wilayah dan Sinode.

Penjelasan
Cukup jelas.


BAB IV
KELENGKAPAN PELAYANAN

Pasal 10
Majelis Jemaat
  1. Majelis Jemaat adalah wadah berhimpun Pelayan Khusus yang terwujud dalam Sidang Majelis Jemaat. 
  2. Majelis Jemaat adalah kelengkapan pelayanan di jemaat yang memiliki tanggung jawab organisatoris.

Penjelasan
  1. Cukup jelas.
  2. Tanggung jawab organisatoris yang dimaksud adalah sebagai pemegang kepemimpinan di jemaat untuk mengambil keputusan gerejawi, sebagai perwujudan dari sistem dan struktur pelayanan GMIM.

Pasal 11
Sidang Majelis Jemaat
Sidang Majelis Jemaat adalah persidangan para Pelayan Khusus jemaat sebagai pengambil keputusan di aras Jemaat.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 12
Badan Pekerja Majelis Jemaat
Badan Pekerja Majelis Jemaat disingkat BPMJ adalah kelengkapan pelayanan di aras Jemaat sebagai penanggung jawab pelaksanaan Keputusan Sidang Majelis Sinode, Keputusan Badan Pekerja Majelis Sinode, Keputusan Sidang Majelis Wilayah dan Keputusan Sidang Majelis Jemaat.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 13 
Majelis Wilayah
Majelis Wilayah adalah wadah berhimpun Pelayan Khusus se-wilayah dan Badan Pekerja Majelis Wilayah yang terwujud dalam Sidang Majelis Wilayah.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 14
Sidang Majelis Wilayah
Sidang Majelis Wilayah adalah persidangan perutusan Pelayan Khusus jemaat se-wilayah dan Badan Pekerja Majelis Wilayah sebagai pengambil keputusan di aras Wilayah.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 15
Badan Pekerja Majelis Wilayah
Badan Pekerja Majelis Wilayah disingkat BPMW adalah kelengkapan pelayanan di aras Wilayah sebagai penanggungjawab pelaksanaan Keputusan Sidang Majelis Sinode, Keputusan Badan Pekerja Majelis Sinode dan Keputusan Sidang Majelis Wilayah.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 16
Majelis Sinode
Majelis Sinode adalah wadah berhimpun Pelayan Khusus perutusan Jemaat, Wilayah dan Badan Pekerja Majelis Sinode yang terwujud dalam Sidang Majelis Sinode.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 17
Sidang Majelis Sinode
Sidang Majelis Sinode adalah persidangan anggota Majelis Sinode sebagai pengambil keputusan tertinggi.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 18
Badan Pekerja Majelis Sinode
Badan Pekerja Majelis Sinode disingkat BPMS adalah kelengkapan pelayanan yang melaksanakan kepemimpinan GMIM atas mandat Sidang Majelis Sinode.

Penjelasan
Kepemimpinan GMIM yang dimaksud sesuai dengan Bab II pasal 6 ayat 1 dan 2 Tata Dasar ini.


BAB V
PERANGKAT PELAYANAN

Pasal 19
Penasihat Badan Pekerja Majelis 
Penasihat Badan Pekerja Majelis adalah orang-orang yang karena kemampuan dan keteladanannya dipercayakan untuk memberikan nasihat kepada Badan Pekerja Majelis di semua aras.

Penjelasan
Pada aras Jemaat disebut Penasihat BPMJ; pada aras Wilayah disebut Penasihat BPMW dan pada aras Sinode disebut Penasihat BPMS.

Pasal 20
Komisi Pengawas Perbendaharaan
Komisi Pengawas Perbendaharaan adalah Perangkat pelayanan di semua aras yang membantu Badan Pekerja Majelis untuk mengadakan pengawasan perbendaharaan.

Penjelasan
Pada kondisi tertentu dan atau akhir periode pelayanan dapat menggunakan jasa akuntan publik (audit eksternal).

Pasal 21
Komisi Pelayanan Kategorial
Komisi Pelayanan Kategorial adalah perangkat pelayanan di semua aras yang membantu Badan Pekerja Majelis untuk melaksanakan pelayanan di bidang Kategorial.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 22
Komisi Kerja dan Panitia
Komisi Kerja dan Panitia adalah perangkat pelayanan di semua aras yang membantu Badan Pekerja Majelis untuk melaksanakan pelayanan bidang tertentu dan atau tugas tertentu.

Penjelasan
Komisi Kerja yang dimaksud seperti: Komisi Pembinaan Warga Gereja (PWG), Komisi Pendidikan, Komisi Pembangunan, Komisi Penggembalaan, Komisi Kesehatan, Komisi Pelayanan Doa dan Penginjilan (KPDP), Komisi Musik Gereja dan Komisi Data Informatika.

Pasal 23
Kelompok Pelayanan Lansia
Kelompok Pelayanan Lanjut Usia adalah perangkat pelayanan di semua aras yang membantu Badan Pekerja Majelis untuk melaksanakan pelayanan bagi warga jemaat yang sudah Lanjut Usia disingkat Lansia.

Penjelasan
Cukup jelas.


BAB VI
PELAYAN KHUSUS, PEKERJA GMIM DAN PEMILIHAN

Pasal 24
Pelayan Khusus
  1. Pelayan Khusus adalah anggota Sidi Jemaat yang menerima panggilan Yesus Kristus untuk melaksanakan pelayanan Gereja.
  2. Pelayan Khusus adalah jabatan gerejawi yang terdiri dari Diaken, Penatua, Guru Agama dan Pendeta.
  3. Penerimaan panggilan menjadi Diaken dan Penatua adalah melalui pemilihan, penetapan, peneguhan dan pemberian diri.
  4. Penerimaan panggilan menjadi Guru Agama dan Pendeta melalui proses pendidikan teologi, vikariat, penetapan, peneguhan dan pemberian diri.

Penjelasan
  1. Cukup jelas.
  2. Ketua Komisi Pelayanan Kategorial di jemaat, karena keketuaannya diteguhkan sebagai Penatua.
  3. Pemberian diri yang dimaksud bersifat sukarela (1 Petrus 5:1-2). 
  4. Cukup jelas.

Pasal 25 
Pekerja GMIM
Pekerja GMIM adalah seseorang yang menjalankan tugasnya dengan keyakinan bahwa ia dipanggil untuk melaksanakan pekerjaan pelayanan kesaksian GMIM dan menerima biaya hidup.

Penjelasan
Cukup jelas.

Pasal 26 
Pemilihan
  1. Pemilihan adalah upaya Gereja mewujudkan pola pelayanan dan pemerintahan Kristus dengan memilih orang-orang tertentu.
  2. Proses pemilihan dilaksanakan sebagai ibadah.

Penjelasan
  1. Cukup jelas.
  2. Proses pemilihan meliputi pencalonan sampai pada peneguhan.


BAB VII
PERBENDAHARAAN
Pasal 27
Perbendaharaan GMIM meliputi seluruh harta milik GMIM dan hasil pengelolaannya yang terdiri dari: barang bergerak, barang tidak bergerak, uang dan surat-surat berharga.

Penjelasan
Cukup jelas.


BAB VIII
HUBUNGAN KERJA SAMA

Pasal 28
Hubungan dengan Lembaga Gerejawi
GMIM terpanggil untuk mengadakan hubungan gerejawi baik di dalam maupun di luar negeri dalam segala bentuk kegiatan yang tidak bertentangan dengan Tata Gereja GMIM.

Penjelasan
Hubungan yang dilakukan atas nama GMIM dapat dilakukan oleh BPMJ dan BPMW atas persetujuan BPMS.

Pasal 29
Hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Masyarakat
GMIM terpanggil untuk mengadakan hubungan kerjasama yang positif, kreatif, kritis, realistik dan dinamis dengan Lembaga Pemerintahan dan Masyarakat dalam segala bentuk kegiatan yang tidak bertentangan dengan Tata Gereja GMIM.

Penjelasan
Hubungan yang dilakukan atas nama GMIM dapat dilakukan oleh BPMJ dan BPMW atas persetujuan BPMS.


BAB IX
PENGGEMBALAAN, PENILIKAN DAN DISIPLIN GEREJAWI
Pasal 30
Penggembalaan, Penilikan dan Disiplin berfungsi untuk memelihara panggilan dan pengakuan serta kehidupan bergereja, agar tetap setia pada panggilan dan pengakuan Gereja yang bersumber dari kasih dan pelayanan Yesus Kristus.

Penjelasan
Mazmur 23; Yehezkiel 34; Yohanes 10:1-21; Yohanes 21:15- 19; 1 Timotius 3:1-13; Titus 1:5-16.


BAB X
ATRIBUT GMIM
Pasal 31
  1. GMIM mempunyai dan menggunakan atribut sebagai tanda kebersamaan dalam persekutuan, kesaksian, pengajaran dan pelayanan.
  2. Atribut GMIM berupa lambang, stempel, atribut ibadah, papan nama, pakaian jabatan dan lain-lain yang diatur dalam Keputusan BPMS tentang Atribut GMIM.

Penjelasan
1-2. Cukup jelas.


BAB XI
PERWAKILAN
Pasal 32
GMIM secara hukum, ke dalam dan ke luar diwakili oleh Ketua dan Sekretaris BPMS.

Penjelasan
Cukup jelas.


BAB XII
PERIODE DAN TAHUN PELAYANAN
Pasal 33
Periode Pelayanan
Satu Periode Pelayanan GMIM adalah 5 (lima) tahun.

Penjelasan
Pada periode berjalan:
- Aras Jemaat, 1 Januari sampai dengan 31 Desember
- Aras Wilayah, 1 Maret sampai dengan 28/29 Februari
- Aras Sinode, 1 April sampai dengan 31 Maret

Pasal 34
Tahun Pelayanan dan Tahun Anggaran
Tahun pelayanan dan tahun anggaran dimulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

Penjelasan
Cukup jelas.


BAB XIII
URUTAN KEPUTUSAN
Pasal 35
  1. Keputusan Sidang Majelis Sinode
  2. Keputusan BPMS
  3. Keputusan Sidang Majelis Wilayah
  4. Keputusan BPMW 
  5. Keputusan Sidang Majelis Jemaat
  6. Keputusan BPMJ

Penjelasan
Pasal ini memberikan pedoman agar setiap keputusan tidak bertentangan dengan keputusan di atasnya.


BAB XIV
PERATURAN PELAKSANAAN
Pasal 36
  1. Tata Dasar merupakan aturan inti dalam Tata Gereja yang menjadi dasar penataan pelayanan GMIM dan selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan-Peraturan.
  2. Semua keputusan dan ketetapan yang dikeluarkan tidak boleh bertentangan dengan Tata Dasar.

Penjelasan
1-2. Cukup jelas.


BAB XV PENUTUP

Pasal 37
Perubahan Tata Dasar
  1. Perubahan Tata Dasar ini hanya dapat dilakukan dan ditetapkan oleh Sidang Majelis Sinode.
  2. Usul perubahan dapat diajukan oleh BPMJ melalui BPMW ke BPMS dan selanjutnya diteruskan ke Sidang Majelis Sinode.
  3. Usul perubahan yang disampaikan oleh BPMS, dapat dibahas jika didukung oleh sekurang-kurangnya 2/3 (duapertiga) jumlah anggota Majelis Sinode.

Penjelasan
1-3. Cukup jelas.

Pasal 38
Peralihan
  1. Tata Dasar ini ditetapkan oleh Sidang Majelis Sinode Istimewa tahun 2021 dan berlaku setelah ditetapkan tanggal 29 Maret 2021.
  2. Dengan berlakunya Tata Dasar ini, maka Tata Dasar dalam Tata Gereja GMIM tahun 2016 dinyatakan tidak berlaku lagi.
  3. Hal-hal yang menyangkut perubahan akibat ditetapkannya Tata Dasar ini memerlukan masa peralihan sampai dengan berakhirnya periode pelayanan 2018-2022, yakni menyangkut struktur, periodisasi dan jabatan.

Penjelasan
1-3. Cukup jelas

Jadwal Ibadah Remaja GMIM Firdaus Taman Mapanget Raya Tahun Pelayanan 2023

Jadwal Ibadah Remaja GMIM Firdaus Taman Mapanget Raya Tahun Pelayanan 2023





Renungan 14 - 20 Mei 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : Keluaran 14:15-31
Tema             : Tuhan Memimpin Perjalanan Umat-Nya

    Shalom! Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, ada yang hobi mendaki gunung? Hobi melaut? Suka jalan-jalan bersama teman? Pernahkah kamu tersesat di jalan? Zaman sekarang, Google Map dapat memberi petunjuk. Tapi kalau kamu tersesat di gunung atau di hutan, tersesat di laut lepas oleh ombak, gelombang, bagaimana? Jika tidak mendapat pertolongan, tidak mendapatkan jalan, pasti tidak memperoleh hidup.

    Tema renungan kita, "Tuhan Memimpin Perjalanan Umat-Nya" berdasarkan Keluaran 14:15-31 tentang menyeberangi laut Teberau. Laut Teberau merupakan suatu perairan yang terletak di Timur Tengah. Laut ini diapit di antara timur laut Afrika dan semenanjung Arab serta berbatasan dengan Arab Saudi dan Mesir. Menyebrang laut Teberau bukan perjalanan wisata tapi perjalanan tantangan untuk memperoleh kemenangan. Keluar dari perbudakan Mesir menuju tanah perjanjian Kanaan. Sementara dalam perjalanan, mereka dikejar-kejar oleh pasukan Mesir untuk dibinasakan. Israel sangat ketakutan. Apalagi mereka mendapat jalan buntu. Mengelulah mereka kepada Musa, "...lebih baik kami bekerja pada orang Mesir daripada mati di padang gurun ini" (ayat 12). Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu, "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan... Orang Mesir yang kamu lihat hari ini tidak akan kamu lihat lagi untuk selama- lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu dan kamu diam saja" (ayat 13-14). Buktinya melalui tongkat Musa yang diangkat dan diulurkan ke atas laut dan membelah laut Teberau itu dan laut benar terbelah, Israel dapat berjalan di tengah laut di tempat yang kering. Mujizat Allah terjadi! Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Allah menyatakan kemuliaan-nya bagi Mesir, bagi Firaun dan kereta-keretanya serta orang-orang berkuda. Tuhan menyertai Israel dengan Tiang Awan dan Tiang Api-Nya. Memimpin Israel dengan malaikat Allah. Tuhanlah yang mengacaukan pasukan atau tentara Mesir dan membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat sehingga orang Mesir berkata, "marilah kita lari meninggalkan Israel sebab Tuhanlah yang berperang melawan Mesir" (ayat 25b). Tuhan berfirman supaya Musa mengulurkan tongkatnya ke laut, supaya air berbalik meliputi Mesir. Demikianlah Tuhan mencampakkan Mesir ke dalam laut. Pada hari itu, Tuhan menyelamatkan Israel dari tangan orang Mesir dan orang Israel melihat orang Mesir mati di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel betapa besar perbuatan yang dilakukan Tuhan, maka takutlah bangsa itu kepada Tuhan dan mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba Allah itu.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, cerita iman ini adalah kisah nyata perbuatan tangan Allah yang menyelamatkan umat-Nya Israel. Nah, hidup ini ibarat sebuah perjalanan. Adik-adik remaja, perjalanan hidup kalian masih panjang. Ada saat jalan yang dilalui mulus, ada waktunya mengalami jalan buntu. Harmonis hidup keluarga, orang tua dan anak, siapa sangka tiba-tiba terjadi malapetaka, ancaman, kecemasan di masa keemasan! Kecewa, tersesak jiwa, alami jalan buntu. Bila anda hanya mengandalkan kehebatan pribadi, kekayaan orang tua, pangkat jabatan orang tua dan kepintaranmu sendiri maka bagai air laut Teberau yang menghancurkan, menghanyutkan dan membinasakan Mesir dengan kuda-kuda dan keretanya maka demikianlah halangan dalam jalan hidup. Tetapi yang benar, contohilah kepatuhan Musa terhadap Allah. Milikilah iman seperti Musa. Allah berfirman, "Musa, angkatlah tongkatmu, belahlah airnya". Maka Musa mengangkat tongkatnya dan membelah air laut Teberau. Apa yang diperintahkan Tuhan, siap dilaksanakannya. Hai remaja dan kakak-kakak pembina remaja, takutlah akan Tuhan. Seperti firman Tuhan: "Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!" (Mazmur 128:1). Kalau demikian maka tadinya jalan buntu yang ditempuh, diubahkan Tuhan menjadi jalan terbuka. Kata Yesus, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6). Berjalanlah terus bersama Yesus. Ceritakan pergumulan hidupmu pada Tuhan, bukan kepada orang-orang yang di mulutnya memberkati tapi di hatinya mengutuki. Engkau akan kecewa. Tapi jalan Tuhan adalah jalan terbaik.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, kesuksesan bukanlah akhir sebuah perjuangan tetapi awal suatu perjalanan hidup yang baru. Ketika laut terbelah, adalah kesuksesan, keberhasilan bagi Israel, boleh melanjutkan perjalanan. Tapi siapa sangka pasukan Mesir datang lewat jalan darat untuk menyerang. Begitu pun jalan hidup kita, sudah disangka aman, datang lagi pencobaan. Namun jangan takut! Tuhanlah yang akan memimpin perjalanan hidup kita. Berdoalah dan berjaga-jagalah. Sabar menanti pertolongan Tuhan. Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat. Di minggu berjalan ini, selaku umat Tuhan kita merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus, 18 Mei 2023. Yesus naik ke sorga menyiapkan tempat, rumah Bapa di sorga. Ia tidak meninggalkan kita sendirian. Tuhan menyertai dan memimpin hidup kita oleh kuasa Roh Kudus. Kelak Dia datang kembali, mengangkat orang percaya pada kemuliaan sorgawi. Tapi ingat, masih ada proses penghakiman. Karena itu jauhkanlah cara hidup Firaun, Mesir yang mengandalkan kereta dan kuda tapi andalkanlah Tuhan dengan keperkasaan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Amin. 



Sabtu, 06 Mei 2023

Renungan 07 - 13 Mei 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : Kejadian 39:1-23
Tema             : Tuhan Menyertai dan Memberkati Orang Yang Setia

    Syalom! Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, puji Tuhan, kita kembali boleh dipertemukan oleh Tuhan dalam rangka kita beribadah memuji akan kebesaran nama Tuhan sebagai respon ima kita, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi selalu menyertai dan memberkati bagi kita yang setia kepada-Nya.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, di sepanjang minggu yang berjalan ini kita dihentar untuk merenungi Kisah Yusuf dalam Kejadian 39:1-23. Kita tahu bersama bahwa Yusuf adalah sosok yang sangat luar biasa. Jika kita belajar dari pasal-pasal sebelumnya Yusuf ini adalah salah satu anak dari Yakub dan Rahel, yang berbeda dari saudara-saudaranya, berbeda dalam kehidupan sehari-sehari, berbeda relasinya dengan Tuhan. Yusuf tahu sekali apa kehendak Tuhan, dia akan menjadi apa di masa depan, Tuhan sudah memberitahukan kepadanya lewat mimpi-mimpinya. Ada 2 mimpi yang ia ceritakan kepada ayah dan saudara- saudaranya yaitu terdapat dalam Kejadian 37:5-7 dan pasal 37:9. Keduanya mengandung makna yang sama bahwa masa depan Yusuf akan baik dan menjadi orang yang dihormati. Mendengar mimpi-mimpi Yusuf, saudara- saudaranya tambah iri hati kepada Yusuf apalagi Yusuf selalu mendapat perlakuan yang berbeda dari ayah mereka Yakub.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, singkat cerita karena karena iri hati, maka saudara-saudara Yusuf bermufakat untuk membunuh Yusuf. Tapi ketika Ruben saudara Yusuf mendengar hal ini, "Janganlah kita bunuh dia! Lemparkan saja dia ke dalam sumur yang tidak berair". Yehuda juga berkata, "Apa untungnya membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya. Marilah kita jual dia kepada orang Ismael". Singkat cerita mereka menjual Yusuf kepada orang Ismael dan selanjutnya orang Ismael menjualnya kepada Potifar orang Mesir, pegawai istana Firaun. Nah, bacaan yang kita baca saat ini menceritakan bagaimana kehidupan Yusuf setelah dikhianati dan dijual oleh saudara-saudaranya kepada Potifar. Apakah hidup Yusuf menderita atau sebaliknya Yusuf diberkati oleh Tuhan? Mari kita lihat pada ayat 2. Dikatakan, "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah ia di rumah tuannya orang mesir itu". Selanjutnya pada ayat yang ke-4 dikatakan Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekusaan Yusuf.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, biasanya kalau budak itu tempat tidur atau tempat tinggalnya di tempat yang berbeda dengan tuannya. Tetapi Yusuf oleh tuannya diijinkan tinggal di dalam rumahnya bahkan diberikan kuasa atas rumahnya dan segala miliknya kepada Yusuf. Yang menarik dicermati, apa yang membuat Potifar menyayangi Yusuf? ini dapat kita lihat pada ayat yang ke-3 yang berkata: "setelah dilihat oleh tuannya bahwa Yusuf disertai Tuhan dan bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya". Ini mengartikan bahwa lewat sikap dan perilaku Yusuf, Potifar dapat melihat kuasa Allah yang ia sembah dan ia yakini yang terus memberkati Yusuf. Yusuf mampu menunjukkan kepada tuannya bahwa keberhasilan yang ia miliki dalam tugas dan pekerjaannya bukan semata-mata karena kemampuan Yusuf sendiri tetapi karena Tuhan Allah yang dia sembahlah yang menyertai dan memberkati dia.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, pada ayat selanjutnya Yusuf harus menghadapi ujian iman yang luar biasa karena Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Kalu orang manado bilang "fasung". Nah, isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya, "marilah tidur denganku". Tetapi Yusuf menolak dan berkata, "semua seisi rumah ini telah dipercayakan tuan (Potifar) kepadaku, bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (Ayat 9). Tak berhenti sampai di situ, pada ayat ke-12, saat tak seorang pun penghuni yang ada di rumah itu, istri Potifar kembali membujuk Yusuf sambil memegang baju Yusuf dan berkata, "marilah tidur denganku". Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya dan lari keluar. Karena ketaatannya dan kesetiaannya maka Yusuf harus menerima fitnaan dari istri Potifar yang memutar-balikkan kebenaran atau memberikan kesaksian palsu tentang Yusuf dan berkata kepada Potifar bahwa Yusuf telah mendekatinya dan ingin tidur dengannya. Maka Potifar tanpa mempertimbangkannya (ayat 19), "baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu maka bangkitlah amarahnya". Dan akhirnya Yusuf dijebloskan ke penjara tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya dan membuat Yusuf menjadi kesayangan bagi kepala penjara itu. 

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, manis pahit, sukacita dan dukacita semua dirasakan dan dilewati Yusuf. Dikhianati oleh saudara-saudaranya, diberkati bersama Potifar majikannya, difitnah isteri Potifar sehingga dipenjara, tetapi di dalam penjara Yusuf tetap dalam penyertaan dan perlindungan TUHAN. Belajar dari Firman Tuhan ini kita dapat mengambil hikmanya bahwa penyertaan dan berkat Tuhan tak akan akan habis-habisnya dan tak henti-hentinya menjadi milik kita asalkan kita tetap setia kepada Tuhan sekalipun kita berada dalam situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan. Dalam ujian dan cobaan, kita harus senantiasa taat dan setia pada Tuhan seperti yang dilakukan oleh Yusuf. Maka kehidupan kita juga akan diberkati termasuk masa depan dan cita-cita kita akan dibuat berhasil karena Tuhan tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang setia dan taat pada-Nya. Amin.



Sabtu, 29 April 2023

Renungan 30 April - 06 Mei 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : 1 Korintus 3:10-23
Tema             : Umat Tuhan Milik Kristus

    Shalom! Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, saat kelas katekisasi dimulai, Pendeta bertanya pada seorang remaja: "Gabriel, kamu milik siapa?" Jawabnya: "Aku milik ayah dan ibuku!" Baik, kalau kamu Grace, kamu milik siapa? Dengan malu-malu, ia tersenyum dan menjawab, "Kalau aku,... aku milik pacarku!" Semua yang mendengarnya tertawa, ha...ha...ha... Lanjut pendeta bertanya, kalau kamu Christy, kamu milik siapa? Dengan tegas dan penuh keyakinan Christy menjawab, "Kalau aku,... aku adalah milik Kristus!" Tanpa diajak, spontan semuanya bertepuk tangan. Iya benar! Kamu adalah milik Kristus! Aku adalah milik Kristus dan kita semua adalah milik Kristus.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, tema renungan kita yaitu "Umat Tuhan milik Kristus". Orang tua, pacar atau siapapun bersifat sementara memiliki kita, tidak abadi, tidak kekal, suatu saat akan terpisah. Jika maut menjemput, berakhirlah segala kepemilikan di bumi. Selaku umat Tuhan, kita adalah milik Kristus. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat Korintus menyadarkan kita, bahwa hidup keduniawian sangat nyata. Kata Paulus, kamu masih manusia duniawi. Mengapa? Karena di antara mereka ada iri hati dan perselisihan. Yang satu berkata aku adalah golongan Paulus dan yang lain berkata aku adalah golongan Apolos. Padahal baik Paulus maupun Apolos adalah pelayan-pelayan Tuhan. Paulus berkata: "Aku menanam, Apolos menyiram tetapi Tuhan Allah yang memberi pertumbuhan". Jadi yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram melainkan Tuhan yang menumbuhkan. Baik yang menanam atau yang menyiram adalah sama, masing-masing dapat upah sesuai pekerjaannya sendiri. Kata Paulus, "Kami adalah kawan sekerja Allah, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah".

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, kamu adalah milik Kristus! Belajarlah menekuni hal-hal yang dapat kau lakukan dan belajarlah menghargai karunia-karunia yang dimiliki oleh kakak-kakak pembina dan sesama remaja. Ada karunia menanam, ada karunia menyiram, tapi Tuhan yang menumbuhkan. Sikap hidup rendah hati, menghargai kemampuan, keahlian, kepintaran, kesanggupan sesama akan menghindarkan remaja dari iri hati dan perselisihan. Sikap hidup umat Tuhan adalah percaya bahwa semua karena anugerah Tuhan. Hindarilah iri hati dan perselisihan. Jika ada temanmu berhasil, katakanlah "Aku senang kamu berhasil, akupun akan berhasil". Joel Osteen penulis buku Your Best Life Now, 7 langkah menuju kehidupan penuh potensi, berkata: "Bila kamu mengatakan sesuatu dengan antusias dan gairah, tidak lama kemudian pikiran bawah sadar mulai bertindak tentang apa yang anda katakan". Ucapkanlah kata-kata positif dan penuh dengan iman kemenangan tentang kehidupan anda. Bangun setiap pagi, bersyukur kepada Tuhan dan katakan: "Aku berharga, aku dikasihi Tuhan". Maka Tuhan mengerjakannya bagimu. Tuhan memberkatimu. Semakin positif pikiran dan kata-kata anda, semakin kuat dan semakin cepat anda mengatasi apapun yang membuat anda menderita. Kita harus belajar berbicara sepositif mungkin.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, kamu adalah milik Kristus! Ya dan Amin! "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah ialah kamu" (ayat 16-17). Siapa milik Kristus, Roh Allah ada di dalamnya. Jika demikian maka semua rencana hati manusia sampai pada perbuatannya diketahui oleh Tuhan. Rasul Paulus dalam penginjilannya telah meletakkan dasar hidup yaitu Yesus Kristus. la mengilustrasikannya dengan hal membangun. Entahkah orang membangun di atasnya dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing akan diuji. Jika tahan uji akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar ia akan menderita kerugian tetapi ia akan selamat. Artinya bahwa orang-orang milik Kristus sejak dini, sejak masih remaja, sadar bahwa semua yang kita miliki adalah kasih karunia Allah. Umat Tuhan milik Kristus, jangan sombong, jangan ada yang menipu dirinya sendiri. Menganggap diri berhikmat padahal kebodohan bagi Allah. "Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan" (Amsal 1:7). Selamat berjuang, capailah cita-citamu setinggi langit. Dunia dimana kita berada adalah dunia kompetisi. Namun janganlah memegahkan diri sendiri atas segala sesuatu yang kamu miliki. Megahkanlah Allah dalam Kristus Yesus. Adakah di antara kamu sesama remaja, kakak-kakak pembina, masih memiliki iri hati dan perselisihan? Suka memegahkan diri dan menganggap rendah orang lain? Mengandalkan diri dengan hikmat kepintaran manusiawi? Umat Tuhan milik Kristus hendaknya hidup saling mengampuni. "...Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami" (Matius 6:12). Berpikir positif, memperkatakan hal-hal positif, jangan iri hati atas kelebihan, kesuksesan, keberhasilan sesama. Mengucap syukurlah dalam segala hal, pasti kasih mencairkan segala selisih.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan, katakanlah "Aku milik Kristus". Bersama rasul Paulus kita berkata: "... Aku hidup tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Galatia 2:20a). Hiduplah terus di dalam Kristus Yesus sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.



Renungan 23 - 29 April 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : Yohanes 20:19-29
Tema             : Berbahagialah Mereka Yang Tidak Melihat Namun Percaya

   Shalom! Teman-teman remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, di akhir bulan Januari yang lalu daerah Sulawesi Utara di beberapa tempat mengalami bencana alam yaitu banjir dan tanah longsor. Dampak dari bencana ini tentu sangat tragis, ada yang kehilangan tempat tinggal, barang- barang berharga bahkan ada juga yang menjadi korban kehilangan nyawa karena bencana ini. Di tengah situasi seperti ini, bisa jadi kita mungkin ada yang mempertanyakan, "Dimana Tuhan? Jika Dia memang ada, mengapa hal seperti ini terjadi dalam kehidupan orang percaya?" Keraguan kepada Tuhan seperti ini juga terjadi kepada seorang Tomas. Ketika para murid mengabarkan kepada ia bahwa Yesus telah bangkit, Tomas ragu akan berita itu dan ia berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (ayat 25). Tomas menolak untuk percaya kepada kabar yang disampaikan oleh para murid jika Yesus telah bangkit. Tomas mempunyai pandangan bahwa Tuhan dapat dikatakan ada ketika la bisa dilihat, diraba, dan dirasa secara fisik. Jadi karena pada saat itu, Yesus tidak menampakkan diri dan menunjukkan bekas luka-Nya, ia berkesimpulan bahwa Yesus tidak benar-benar bangkit. Delapan hari kemudian, ketika para murid berkumpul dan juga Tomas ada di situ, Yesus menampakkan diri dan meminta Tomas untuk mencucukkan dan mengulurkan tangannya di tangan dan lambung Yesus. Dari kejadian itu Tomas percaya bahwa Yesus betul-betul telah bangkit. Tomas pada akhirnya percaya dan mengaku dengan mengatakan, "Ya Tuhanku dan Allahku!".

    Teman-Teman remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, seringkali kita seperti Tomas dalam meragukan keberadaan dari Tuhan. Memang kita tidak secara lantang berkata bahwa kita tidak percaya Tuhan. Akan tetapi, lika-liku hidup kita seringkali menunjukkan kalau kita tidak merasa Tuhan ada dan hadir bersama kita. Contoh seperti remaja yang dalam persekutuan ibadah tidak menghormati Tuhan dengan bermain-main selama ibadah. Ini adalah bentuk tidak percaya akan keberadaan Tuhan yang walaupun tidak terlihat secara visual tetapi Dia hadir mengawasi dan melihat yang kita lakukan. Atau contoh yang lain, remaja mencuri uang orang tua karena ingin belanja hal-hal yang sifatnya fana karena remaja merasa orang tuanya tidak melihat padahal Tuhan melihat yang ia lakukan. Ini juga contoh tidak mempercayai akan kehadiran Tuhan yang melihat perbuatannya. Bahkan beberapa contoh kasus di beberapa gereja, ketika persekutuan masuk pada doa syafaat, remaja dan pembina tidak berdoa tetapi hanya keluar gedung gereja dan menunggu sampai selesai doa. Ini menunjukkan bahwa remaja dan pembina hanya di mulut mengaku percaya Tuhan tetapi di hatinya meragukan bahkan tidak percaya keberadaan Tuhan dalam hidupnya. Miris memang melihat kejadian seperti ini, tetapi inilah realita yang terjadi kepada remaja dan pembina yang meragukan Tuhan seperti Tomas.

    Sebagai remaja dan juga pembina, mari pada saat ini, kita merenungkan kembali Firman ini pada kehidupan kita yang harus senantiasa percaya kepada Yesus Kristus, walaupun secara fisik tidak terlihat tetapi Dia hadir dan selalu bersama dengan kita. Maka dari itu, remaja dan pembina yang dikasihi oleh Tuhan, mungkin pada saat ini kita ada dalam pergumulan dan juga kesesakan yang membuat kita merasa Tuhan tidak bersama dengan kita, tetapi percayalah Dia selalu menggengam tangan kita dan tibalah waktu Tuhan sebuah rancangan yang indah akan dinyatakan kepada setiap persoalan hidup kita seperti perkataan nabi Yesaya di kitab Yesaya 41:10, "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." Dan itu adalah bukti bahwa Dia selalu ada. Mari kita belajar dari tokoh Alkitab yaitu Raja Daud. Ketika ia ada dalam pelarian karena dikejar oleh musuh-musuhnya untuk dibinasakan, Daud tetap terus berpegang teguh kepada Tuhan. Dalam keadaan apapun Dia tetap terus percaya kepada Tuhan karena Dia percaya bahwa Tuhan itu ada dan akan menolong Dia.

    Remaja dan Pembina yang dikasihi Tuhan, kita merayakan Paskah yaitu hari kemenangan bahwa Yesus telah bangkit dan menyelamatkan kita dari dosa. Ini berita yang luar biasa agungnya, karena kebangkitan Yesus membuat kita memperoleh keselamatan kekal. Akan tetapi, di luar sana banyak sekali remaja yang belum paham dan percaya pada Yesus akan berita yang agung ini karena ragu akan Yesus. Mari kita berani untuk menyampaikan kemenangan kebangkitan ini agar banyak orang yang bisa mengecap karunia keselamatan Yesus yang walaupun secara fisik tidak terlihat tetapi Dia ada dan kita percaya akan karya keselamatan yang telah la berl. Jangan pernah ragu akan keberadaan Tuhan dalam kehidupan kita karena Dia selalu ada. Maka dari itu percayalah kepada Yesus dan "Berbahagialah bagi mereka yang tidak melihat namun percaya". Amin.



Sabtu, 15 April 2023

Renungan 16 - 22 April 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : Yohanes 20:11-18
Tema             : Aku Telah Melihat Tuhan

    Shalom! Adik-adik remaja dan kakak-kakak Pembina yang diberkati Tuhan, pernahkah kita berjalan bersama dengan teman-teman kita, namun kita tertinggal dengan rombongan? Dan di saat yang bersamaan kita terperangkap dalam suatu ruangan. Jika pernah, maka apa perasaan kita jika kita ditinggal sendirian lalu terperangkap dalam suatu ruangan? Apalag jika ruangan tersebut tertutup dan gelap selama berjam-jam. Tentunya ada rasa ketakutan, rasa kekuatiran, bahkan sampai menangis dan kadang kala kita mulai panik saat diperhadapkan dalam situasi yang demikian Maka, apa yang dapat kita lakukan? Pastinya kita akan berteriak minta tolong, menghubungi teman-teman kita lewat telepon dan media social dan memberi tahu kepada teman kita bahwa kita sedang terperangkap di dalam ruangan, dengan harapan teman-teman kita dapat membantu dan menolong kita agar bisa keluar dari ruangan yang membuat kita terperangkap. Maka saat teman-teman kita tahu bahwa kita sedang terperangkap, sudah pasti teman-teman kita langsung datang menolong kita bukan? Dan akhirnya kita boleh selamat dan bersama kembali dengan teman-teman kita. Selanjutnya bagaimana perasaan kita jika kita dapat keluar dari ruangan yang membuat kita terperangkap? Tentunya rasa ketakutan dan kekuatiran itu mulai hilang, dan digantikan dengan sukacita dan kebahagiaan, serta kita pasti bersyukur boleh kelaur dari ruangan tersebut.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, ada seorang perempuan yang pernah mengalami hal yang sama. Dia sedang terperangkap namun dia bukan terperangkap dalam suatu ruangan yang gelap, melainkan dia terperangkap dalam suasana dukacita. Kira-kira siapakah wanita itu? Ya, benar! Dia adalah Maria Magdalena. Maria Magdalena ini masih terperangkap dalam kubur Yesus, dan terperangkap dalam suasana kematian Yesus, padahal Yesus sendiri telah bangkit. Hal itu jelas terlihat manakalah di ayat 11 Maria sedang menangis di dalam kubur Yesus. Maka di saat yang bersamaan malaikat berdiri di hadapannya dan Yesus sendiri berada di belakang malaikat itu, sehingga malaikat bertanya kepada Maria mengapa dia menangis. Maria menjawab dengan mengatakan, "Tuhanku telah diambil orang, setelah Dia menjawab maka kembali Yesus yang berdiri di belakang Maria bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang sama, "Ibu, mengapa engkau menangis?" Maria menjawab dengan mengatakan, "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia supaya aku dapat mengambil-Nya". Sepertinya Maria tidak dapat mengenali Yesus yang sedang dan sementara bercerita dengannya. Kira-kira apa yang membuat Maria tidak dapat mengenal Yesus? Ada yang mengatakan bahwa karena linangan air mata mengaburkan mata Maria untuk melihat sosok yang dicarinya tersebut, tapi lebih tepatnya bahwa Maria tidak mengharapkan bertemu dengan sosok Kristus yang sudah bangkit, melainkan bertemu dengan mayat Tuhannya. Maria menyangka bahwa mayat Yesus telah hilang dan diambil orang, dia tidak memahami bahwa Yesus akan bangkit sesudah hari ketiga. Pemahaman Maria yang sederhana itu yang jauh dari kebenaran rohani, menyita perhatian Yesus. Agar supaya Maria dapat mengenali siapa yang dia cari itu, maka ketika Yesus bangkit, kasih-Nya tidak pernah berubah kepada murid-murid Yesus dan juga kepada Maria. Perhatian Yesus diungkapkan-Nya dengan memanggil Maria dengan namanya di ayat 16. Saat Yesus memanggil Maria, maka Maria langsung mengenalinya karena panggilan itu berasal dari Tuhannya. Maka dia segera menjawab dengan mengatakan Guru. Dan pada akhirnya Maria telah melihat Yesus. Tetapi mengapa Yesus melarang Maria memegang-Nya? Padahal jikalau kita bertemu dengan orang yang sudah lama tak bertemu atau orang. yang kita cintai pasti kita langsung memegang, mencium dan memeluk karena kita takut akan kehilangan orang yang kita cintai untuk kedua kalinya. Hal itu juga dirasakan dan ingin dilakukan oleh Maria, karena Maria takut jika dia bisa kehilangan kembali Tuhannya. Namun, Yesus menegaskan maria bahwa la belum kembali kepada Allah Bapa (ay. 17a). Tugas Maria adalah memberitahukan kebangkitan Tuhan-Nya dan saat-Nya untuk pulang ke rumah Bapa kepada murid yang lain. (ay. 17b). Hal itupun dilakukan Maria dengan memberitahukan kepada murid-murid-Nya, "Aku telah melihat Tuhan!" (ay. 18)

Nah, adik adik remaja dan kakak-kakak pembina, bukankah kita juga seringkali terperangkap dalam hal yang sama? Saat masalah dan pergumulan datang, seringkali kita terperangkap di dalam masalah itu, seolah-olah tidak ada lagi jalan keluar untuk keluar dari masalah tersebut, sehingga tak jarang timbul 'angisan, ketakutan, dan kekutairan dalam hidup. Olehnya bagaimana kita bisa keluar dari perangkap tersebut? Kita dapat keluar asalkan kita mencari Dia yang sudah bangkit itu. Karena Dia yang sudah bangkit itu mengasihi semua orang termasuk kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja. Ketika kita mencari Dia, maka Dia akan menemui kita dan kita akan melihat Dia. Dan bersama dengan-Nya kita dapat keluar dari masalah. Setelah kita dapat keluar dari gumul, tantangan hidup serta masalah hidup, maka kita memiliki tugas untuk menyapaikan kepada semua orang bahwa kita telah melihat Tuhan. "Aku telah melihat Tuhan!" karena Tuhan telah membawa kita keluar dari segala gumul hidup kita dan yang terutama adalah Tuhan telah bangkit dan mengalahkan dosa dan maut. Itulah tugas kita sebagai orang percaya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.



Selasa, 11 April 2023

Renungan 09 - 15 April 2023 (Bina Remaja)

Pembacaan   : Markus 16:1-8
Tema             : Yesus Sudah Bangkit, Percayalah!

    Shalom! Damai di hati. Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, selamat Paskahl Yesus sudah bangkit, Percayalah! Remaja harus percaya bahwa Yesus sudah bangkit. Haleluyah. Paskah adalah perayaan yang sangat penting bagi umat Kristiani. Ibadah dan berbagai kegiatan dilaksanakan untuk menghayati makna kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan Juruselamat dunia. Bagaimana kegiatan Paskah di gereja di mana anda berada? Penuh semangat? Ayo, tetap semangat!

    Paskah (bahasa Ibrani "Pesakh") artinya melewatkan atau melewati. Keluaran 12:13 Firman Tuhan, apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat daripada kamu...". Tulah kematian anak sulung bagi Israel tetapi setiap rumah yang memiliki tanda darah domba akan di-pesakh-kan, akan dilewati oleh Tuhan atas hukuman maut. Jadi siapa yang memiliki tanda darah domba akan selamat. Karena itu Paskah Yahudi dirayakan sampai saat ini. Sedangkan umat Kristen yang merayakan Paskah bukan lagi tanda darah domba binatang tetapi darah Anak Domba Allah. Siapa yang memiliki darah penebusan Yesus Kristus artinya yang percaya kepada Tuhan Yesus maka ia di-pesakh-kan Tuhan, ia dilewati oleh maut artinya ia selamat dan memperoleh hidup kekal. Mestinya manusia binasa karena dosa. "Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus Tuhan kita" (1 Kor. 15:57).

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak Pembina yang diberkati Tuhan, bagaimana peristiwa kebangkitan Yesus itu terjadi? Dan apakah benar terjadi? Sejuta pertanyaan meragukan kebangkitan Yesus menjadi tantangan kita umat Kristiani. Remaja gereja harus berani bersaksi bahwa Yesus Kristus bukanlah raja biasa tapi Raja di atas segala raja yang mati, tetapi bangkit dan hidup. Kebangkitan Kristus bukanlah cerita dongeng tetapi cerita iman berdasarkan Alkitab. Injil Markus 16:1-8, Matius 28:1-10, Lukas 24:1-12, Yohanes 20:1-10 adalah bukti yang autentik, dapat dipercaya, asli atau sah. Bukti yang tidak dapat diragukan. Saksi pertama kebangkitan Yesus jalah para perempuan yaitu Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus, Salome dan perempuan- perempuan lainnya. Tujuan pagi-pagi benar ke kubur adalah untuk merempah-rempahi Yesus dan meminyaki-Nya, tetapi hal yang dijumpai adalah kubur kosong. Mareka terkejut dan sangat ketakutan tetapi malaikat Tuhan berkata Jangan takutt Kamu mencari orang Nazaret yang disalibkan itu? la telah bangkit la tidak ada di sini Kubur kosong membuktikan la hidup Yesus berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup. barangsiapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya Percayakah engkau akan hal ini? (Yoh 11 25-26)

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak Pembina yang diberkati Tuhan. percayakah engkau akan hal ini? Yakinkah kita bahwa yang diucapkan Yesus itu benar-benar terjadi? Dan bahwa kita mengakui benar bahwa peristiwa kebangkitan Yesus benar-benar terjadi? Katakanlah sekarang. "Aku percaya, Yesus bangkit dan hidup. Murid-murid Yesus sempat meragukan peristiwa ini, mereka ragu, bimbang dan diliputi ketakutan Karena itu malaikat Tuhan berkata kepada perempuan-perempuan itu, Sekarang pergilah, katakan kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus la mendahului kamu ke Galilea di sana kamu akan melihat Dia seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu" (ayat 7). Dengan cepat mereka meninggalkan kubur itu dan pergi menyampaikan pesan malaikat kepada murid-mund Yesus Situasi kondis saat kebangkitan Yesus sangat dahsyat, terjadi gempa bumi yang hebat, malaikat Tuhan datang menggulingkan batu kubur itu. Benita kebangkitan Yesus disampaikan kepada para murid namun mereka belum percaya perkataan-perkataan itu, seakan-akan omong kosong. Mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu (Lukas 24 11). Para murid datang ke kubur untuk membuktikannya dan ternyata benar kubur telah kosong...maka masuklah juga murid yang lain yang lebih dahulu sampai ke kubur itu dan ia melihatnya dan percaya" (Yoh 20:8). Maka tersiarlah berita kebangkitan Yesus, berita yang kudus ini oleh Yesus sendiri dengan perantara murid- murid-Nya dari timur ke barat yaitu berita yang tidak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal.

    Adik-adik remaja dan kakak-kakak Pembina yang diberkati Tuhan. Melalui perayaan Paskah kita diajak untuk Pertama, Percaya dan yakin bahwa sungguh benar Yesus Kristus Anak Allah bangkit dan hidup. Sembahlah Dia, sumber hidup yang kekal. Kedua, jadilah saksi kebangkitan Kristus melalui cara hidup berakar, bertumbuh dan berbuah bagi Kristus. Yang ketiga, saat remaja diliputi ketakutan, kesedihan, sarat pergumulan, tertindih seolah tak berdaya, putus asa, bimbang dan ragu, maka janganlah kamu takut. Ayo bangkit! Engkau tidak sendiri, Allah peduli. Dia yang kita percaya, Yesus Kristus yang bangkit adalah kekuatan kita. Karena itu jangan hanya melihat Yesus dari jauh, akan kabur dan tidak jelas penglihatan kita seperti kata perempuan-perempuan, "siapa yang akan menggulingkan batu itu? Padahal setelah mendekat ternyata batu kubur itu sudah terguling. Kita sering berkata, "sapa mo tolong akang kasiang pa kita dengan batu penderitaan ini"? Tetapi ketika mendekat, mencari Tuhan Yesus yang bangkit, kita bersyukur dan berucap, terima kasih Tuhan Yesus yang telah menolong saya". Percayalah, pada Yesus Kristus, kamu akan beroleh hidup kekal. Amin.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More