Format Panduan Ibadah Bagi MC

Format Panduan Ibadah Bagi MC

Contoh Doa Pembukaan

Contoh Doa Pembukaan

Contoh Doa Pengakuan Dosa

Contoh Doa Pengakuan Dosa

Lagu-lagu Remaja GMIM

Lagu-lagu Remaja GMIM

Lagu-Lagu Pujian

Lagu-Lagu Pujian

Jumat, 06 Mei 2022

Jadwal Petugas Ibadah Bulan Juni 2022

Berikut ini Jadwal Petugas Ibadah Remaja, Ibadah Minggu dan Ibadah Lainnya di sepanjang bulan Mei 2022.

Catatan:
* Petugas Ibadah datang 15 Menit sebelum ibadah dimulai
* Jika berhalangan, harap memberitahukan Komisi Remaja 3 hari sebelum Ibadah.




Ibadah Remaja - Sabtu, 04 Juni 2022
Tempat Shevron Welan (Kolom 9)
Bentuk Ibadah Bentuk 1
Tema Ibadah Diinformasikan kemudian
Khadim Pnt. Sulastri Mansilata
MC Bryen Timpal
Singers Grendis Kopman
Pemain Musik Ka Rafael Tusang
Ka Bryen Sanger
Ibadah Gereja - Minggu, 05 Juni 2022
Prokantor Ka Nisyalom Irna Legoh
Tesalonika Anthonius
Rebana Indri Natalya Badjo
Rina Marentek
Banners Bryan Edward Timpal
Johan Griff Damisi
Ibadah Remaja - Sabtu, 11 Juni 2022
Tempat Kesia Atapary (Kolom 10)
Bentuk Ibadah Bentuk 2
Tema Ibadah Diinformasikan kemudian
Khadim Pnt. Ferdinandus Atapary
MC Feronica Sasambe
Doa Pembukaan Farel Mogama
Doa Pengakuan Dosa Frecellia Petupetu
Singers Ka Natalia Karading
Pemain Musik Ka Swingly Petu-petu
Kristian Samodara
Ibadah Remaja - Sabtu, 18 Juni 2022
Tempat Gedung Gereja
Bentuk Ibadah Bentuk Kreatif
Tema Ibadah Diinformasikan kemudian
Khadim Ka Merry Usman
MC Denara Imanuel Tusang
Doa Pembukaan Claudio Legoh
Doa Pengakuan Dosa Johan Griff Damisi
Singers Ka Sopyamui Santiago
Pemain Musik Elshadai Matahelumual
Operator Ka Easter Sumolang
Ibadah Gereja - Minggu, 19 Juni 2022
Prokantor Christy Anabela Pusung
Ka Meisara Horman
Rebana Geovani V Olivia Malinutja
Frecellia Petupetu
Banners Christian Samodara
Marselo Gabriel Anthonius
Ibadah Remaja - Sabtu, 25 Juni 2022
Tempat Gedung Gereja
Bentuk Ibadah Bentuk KPI
Tema Ibadah Diinformasikan kemudian
Khadim Pnt. Keyko Inkiriwang
MC Janri Lumiri
Worship Leader Christy Pusung
Singers Geovani Malinutja
Tesalonika Anthonius
Pemain Musik Kristian Samodara
Rebana Grendis Kopman
Rina Marentek
Banners Jonathan Panauhe
Johan Griff Damisi
Operator Ka Meisara Horman
Ibadah Remaja Wilayah Mp.3 - Senin, 27 Juni 2022
MC Ka Putry Pokaton
Worship Leader Geovani Malinutja
Praise Leader Kesia Olivia Atapary
Support Leader Christy Anabela Pusung
Singers Kesia Olivia Atapary
Christy Anabela Pusung
Pemain Musik Kristian Samodara (Keyboard
Elshadai Matahelumual (Keyboard)
Ka Swingly Petu-petu (Gitar)
Ka Pnt Bryen Sanger (Bass)
Ka Petra Anthonius (Kajon)
Rebana Tesalonika Anthonius
Emerilia Grendis Kopman
Indri Natalya Badjo
Grace Amelia Omega Petu Petu
Banners
Bryan Edward Timpal
Johan Griff Damisi
Jonathan Almando Panauhe
Operator Ka Iswanda Prong
Pembawa Pundi/Penerima Tamu Ka Meisara Horman
Nisyalom Irna Legoh
Marselo Gabriel Anthonius
Denara Imanuel Tusang

Kamis, 05 Mei 2022

Jadwal Petugas Ibadah Bulan Mei 2022

Berikut ini Jadwal Petugas Ibadah Remaja, Ibadah Minggu dan Ibadah Lainnya di sepanjang bulan Mei 2022.

Catatan:
* Petugas Ibadah datang 15 Menit sebelum ibadah dimulai
* Jika berhalangan, harap memberitahukan Komisi Remaja 3 hari sebelum Ibadah.



Ibadah Remaja - Sabtu, 07 Mei 2022
Tempat Ibadah Christy Pusung (Klm.7)
Bentuk Ibadah Bentuk 1
Tema Pelayanan Yang Berfokus Kepada Tuhan
Khadim Pnt Devy Manese
MC Melinda Sigarlaki
Singers Kesia Olivia Atapary
-
Pemain Musik Ka Swingly Petu-petu
Ka Petra Anthonius

Ibadah Minggu, 08 Mei 2022
Prokantor Rebana Banners
Ka Putri Pokaton Tesalonika Anthonius Johan Griff Damisi
Kesia Olivia Atapary Grace Petu Petu Bryan Edward Timpal
- - -

Ibadah KPI (Hut Jemaat) - Kamis, 12 Mei 2022
Worship Leader Geovani Malinutja
Praise Leader Tesalonika Anthonius
Second Leader Ka Sany Kopman
Singers - Ka Sany Kopman
- Tesalonika Anthonius
Rebana - Grendis Kopman
- Omega Petu-petu
- Indry Badjo
Banners - Bryen Timpal
- Jonathan Panauhe
Pundi - Christy Pusung
- Kesia Atapary
- Johan Damisi
- Denara Tusang
Musik - Kristian Samodara (Keyboard)
- Ka Swingly Petu-petu (Gitar)
- Ka Meisara Horman (Gitar)
- Ka Pnt. Bryen Sanger (Bass)
- Ka Petra Anthonius (Kajon)
Operator Ka Pnt. Viclin Eman
PJ Acara Ka Putry Pokaton

Ibadah Remaja - Sabtu, 14 Mei 2022
Tempat Ibadah Meylani Junus (Klm 8)
Bentuk Ibadah Bentuk 2
Tema Mengabarkan Injil Adalah Upahku
Khadim Pnt Bonny Rugian
MC Christy Pusung
Doa Pembukaan Shevron Welan
Doa P.Dosa Elshadai Matahelumual
Singers Ka Cecilia Lumentut
-
Pemain Musik Ka Meisara Horman
Ka Puput Sahureka

Ibadah Lansia Wilayah Mp.3 - Sabtu, 21 Mei 2022
Prokantor Tesalonika Anthonius
Musik Kristian Samodara
Operator Ka Putry Pokaton
Support - Johan Damisi
- Kesia Atapary
- Denara Tusang
- Amel Liline

Ibadah Remaja - Sabtu, 21 Mei 2022
Tempat Ibadah Gedung Gereja
Bentuk Ibadah Bentuk Kreatif 1
Tema Hikmat Menuntun Orang Ke Jalan Yang Benar
Khadim Ka Easter Sumolang
MC Meylani Junus
Doa Pembukaan Alfa O Manopo
Doa P.Dosa Grace Petu Petu
Singers Christy Pusung
-
Pemain Musik Elshadai Matahelumual
-
Operator Geovani Malinutja

Ibadah Minggu, 22 Mei 2022
Prokantor Rebana Banners
Ka Sani Kopman Grendis Kopman Christian Samodara
Laura Amellya Liline Kesia Olivia Atapary Marselo Anthonius
- - -

Ibadah WKI Wilayah Mp.3 - Minggu, 22 Mei 2022
Musik Kristian Samodara
Operator Ka Iswanda Prong
Rebana - Tesalonika Anthonius
- Geovani Malinutja
- Indry Badjo
- Grendis Kopman
- Omega Petu-petu

Ibadah Remaja - Sabtu, 28 Mei 2022
Tempat Ibadah Gedung Gereja
Bentuk Ibadah Bentuk KPI
Tema Berjalan Bersama Dalam Terang Firman
Khadim Ka Oktovina Oei
MC Yulita Israel
Worship Leader Ka Meisara Horman
Musik Kristian Samodara
Singers Jonathan Panauhe
Elshadai Matahelumual
Rebana Tesalonika Anthonius
Kesia Olivia Atapary
Banners Marselo Anthonius
Denara Tusang
Operator Ka Iswanda Prong

Sabtu, 30 April 2022

Renungan 1-7 Mei 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan    : 1 Raja-Raja 19:9-18
Tema            : PELAYANAN YANG BERFOKUS KEPADA TUHAN

Syaloom. Damai di hati... 
Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, seorang pelayan Tuhan dapat mengalami masa-masa yang sulit dan berat dalam perjalanan hidup dan pelayanannya. Dalam masa-masa yang sulit dan berat itu, seorang pelayan Tuhan bahkan dapat menjadi putus asa dan ingin menyerah. Memang, masa-masa sulit dan berat akan menguji kehidupan seseorang. Bukankah kita juga merasakan hal yang sama ketika harus menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup? Namun demikian, masa sulit dan berat tidak hanya menguji kehidupan orang percaya, namun dimaksudkan juga untuk menyatakan kehendak Allah dalam hidup dan pelayanan seseorang. Itulah yang nyata dalam hidup dan pelayanan Elia.

Kita pasti tidak pernah membayangkan bahwa seseorang dengan nama besar seperti Nabi Elia dapat menjadi putus asa dan ingin menyerah dalam pelayanan yang dijalankannya. Kebanyakan orang akan mengingat kegagahan dan keberanian Elia yang seorang diri menghadapi empat ratus lima puluh nabi Baal di gunung Karmel (1 Raj. 18:20-46). Elia dan para nabi Baal itu bertanding untuk menunjukkan siapakah yang benar-benar hidup dan berkuasa: TUHAN Allah Israel atau Baal. Siapa yang dapat menurunkan api dan melahap habis korban di atas mezbah yang telah disediakan, Dialah Allah yang hidup. Para nabi Baal gagal, bahkan ketika mereka terus memanggil-manggil Baal sepanjang hari dan sampai menorah-noreh tubuh mereka dengan pedang dan tombak. Elia berseru kepada TUHAN dan turunlah api dari langit menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah, bahkan air yang ada di parit sekeliling mezbah itu. Dengan iman yang teguh dan keberanian yang luar biasa, Elia menyatakan bahwa TUHANlah Allah yang hidup dan bukannya Baal yang mati dan yang tidak dapat berbuat apa-apa. Elia lantas menyembelih empat ratus lima puluh nabi Baal itu dan menyatakan penghukuman TUHAN atas mereka. Betapa gagah beraninya Elia menyatakan TUHAN Allah yang hidup itu!

Tindakan Elia itu disaksikan oleh raja Ahab dan diteruskannya kepada isterinya, Izebel. Ahab dan Izebel adalah pemimpin Israel yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Mereka menyembah Baal dan bukannya TUHAN Allah yang hidup. Sesudah mendengar hal itu, Izebel lantas menyuruh seorang suruhan menyampaikan pesan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu” (1 Raj. 19:1-2). Izebel bersumpah untuk membunuh Elia. Di sinilah kesulitan besar menimpa Elia. Alkitab mengatakan, “Maka takutlah Elia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya” (1 Raj. 19:3). Keberanian Elia menghadapi ratusan nabi Baal berbanding terbalik ketika ia menerima ancaman Izebel. Elia menjadi takut, bahkan sampai pada perasaan putus asa dan ingin menyerah. Elia meminta TUHAN mengambil nyawanya saja (1 Raj. 19:4). Dengan pertolongan TUHAN, Elia mendapatkan kekuatan untuk pergi ke gunung Horeb. Di sanalah TUHAN hendak menyatakan kehendak-Nya kepada Elia.

Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja, Elia mengalami masa sulit dan berat karena ancaman serius dari Izebel, tetapi TUHAN hendak menunjukkan bagaimana cara kerja-Nya di hadapan kejahatan dan kelaliman yang telah merasuki orang Israel. Di gunung Horeb Elia masuk ke sebuah gua dan bermalam di situ. TUHAN berfirman kepadanya, “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Atas pertanyaan TUHAN ini, Elia mengeluarkan segala keluh kesahnya di hadapan TUHAN. “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjianMu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.” Elia menyampaikan kepada TUHAN segala tindakan keji orang Israel, secara khusus Izebel yang telah membunuh nabi-nabi TUHAN dan meruntuhkan mezbah-mezbah TUHAN (1 Raj. 18:4). TUHAN menyuruh Elia keluar dari gua itu dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN. Di sinilah TUHAN menunjukkan kehendak-Nya yang tidak sepenuhnya dimengerti oleh Elia. Sesuatu yang besar dan dahsyat terjadi di hadapan Elia: “Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.” Alkitab mengatakan, sesudah Elia mendengar bunyi angin sepoi-sepoi basa itu, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya. Apa yang terjadi dengan Elia? Dalam peristiwa yang dahsyat yang terjadi di hadapan Elia itu, ia menjadi sadar bahwa cara kerja TUHAN dalam menyatakan kehendak-Nya tidaklah selalu melalui hal-hal dan tanda- tanda yang besar dan dahsyat. Dalam angin yang besar dan kuat itu, dalam gempa itu, dan dalam api itu, tidak ada TUHAN di sana. Justru dalam bunyi angin sepoi-sepoi itulah, Elia menyadari TUHAN ada di sana menyatakan kehendak-Nya. Apakah kehendak TUHAN yang justru nyata dalam sesuatu yang biasa-biasa itu?

Kakak pembina dan adik-adik remaja, tempat di mana TUHAN menyatakan kehendak-Nya kepada Elia itu adalah tempat yang sama di mana TUHAN menyatakan kehendak-Nya kepada Musa. Dalam Keluaran 34 dikisahkan TUHAN yang menyuruh Musa pergi ke atas gunung Sinai (Horeb) untuk menerima dua loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah, dan di sana TUHAN menyatakan kehendak-Nya: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa” (Kel. 34:6-7). Kehendak Allah yang dinyatakan pada Elia melalui angin sepoi-sepoi itu adalah bahwa TUHAN hendak menyatakan panjang sabar-Nya kepada orang Israel, supaya mereka berbalik dari dosa-dosa mereka dan kembali menyembah TUHAN. TUHAN dapat bertindak dengan dahsyat melalui hal-hal besar seperti angin, gempa, dan api untuk menghukum orang Israel, tetapi TUHAN menyatakan sifat-Nya sebagai Allah yang memberi kesempatan supaya orang bertobat dan menyadari bahwa Allah itu panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Elia mungkin mengharapkan agar TUHAN segera bertindak dengan dahsyat, menghukum Izebel dan orang-orang Israel yang telah menyimpang menyembah Baal, namun Elia disadarkan bahwa cara kerja TUHAN tidak seperti yang dikehendaki Elia. Sesudah menyadari sifat Allah dan kehendak-Nya atas orang Israel agar mereka bertobat, Elia diberi penugasan oleh TUHAN untuk mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram, Yehu menjadi raja atas Israel, dan Elisa menjadi nabi menggantikan dirinya. Pada penugasan ini jugalah Allah menyadarkan Elia sesuatu yang sangat penting. Dalam pelayanan Elia kepada Israel, Elia merasa sendirian dan berpikir bahwa tidak ada harapan lagi bagi Israel yang telah menyembah Baal, namun TUHAN menunjukkan bahwa Elia tidak sendirian. Ada tujuh ribu orang di Israel, yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium Baal (1 Raj. 19:18). Bukankah kedahsyatan dan keajaiban Allah justru semakin dinyatakan di dalam panjang sabar-Nya dalam menantikan orang berdosa agar kembali dan bertobat kepada-Nya? Elia menjadi tahu kehendak Allah sepenuhnya dan dibangunkan kembali dari rasa putus asa yang dialaminya. 

Kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, seorang pelayan Tuhan harus menampakkan karakter yang mencerminkan TUHAN yang dilayani-Nya, yakni dalam menghadapi orang-orang di ladang pelayanan. Sebagai pembina remaja, kita mungkin menghadapi para remaja yang begitu sulit dibina, yang hidupnya jatuh dalam berbagai dosa dan kenikmatan dunia, dan yang kadang-kadang di mata kita “tidak mungkin berubah dan bertobat.” Demikian juga para remaja dalam menghadapi teman-teman yang masih hidup dalam dosa atau mungkin anggota keluarga yang hidupnya belum kunjung berubah. Kita harus mengingat hal ini, yakni bahwa TUHAN itu Allah yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Melalui pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib kita menjadi sadar, bahwa kasih Allah demikian besar agar orangorang berdosa diselamatkan. Biarlah kita menyatakan komitmen, soliditas, dan integritas sebagai anak-anak Tuhan, yakni sebagaimana kita telah diselamatkan dari hidup kita yang lama karena panjang sabarnya Allah, maka kita juga mendoakan hal yang sama terjadi dalam hidup orang lain. Jangan berhenti melayani, sebab Allah bekerja di dalam dan melalui kita untuk menggenapi rencana-Nya bagi keselamatan dunia. Amin. 

Renungan 24-30 April 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan    : 1 Tesalonika 1:1-10
Tema            : BERITA INJIL ADALAH SEBUAH KEPASTIAN YANG KOKOH

Syaloom. Damai di hati... 
Adik-adik remaja dan kakak-kakak Pembina yang selalu diberkati oleh Tuhan kita Yesus Kristus, semoga torang semua dalam lindungan kasih Tuhan yang kudus. Semoga juga torang terus diberkati dalam pelayanan torang dimanapun torang berada untuk memberitakan Injil. Pembacaan Alkitab torang kali ini terus mengingatkan torang semua untuk memberitakan kabar baik dan buah dari yang torang beritakan. Waktu yang singkat dalam pelayanan Paulus dan kawan-kawannya, sejumlah besar orang yang ada di Tesalonika percaya kepada Injil. Paulus membawa Injil ke Kota Tesalonika merupakan perjalanan misi yang kedua, kalo misi pertama di kota Filipi seperti yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul Pasal 16-17. Nah, adik-adik remaja dan kakak-kakak Pembina, bacaan kali ini memberikan pemahaman bagi torang semua bahwa setelah dari Filipi, Paulus, Silwanus dan Timotius datang di Tesalonika memberitakan Injil, kemudian banyak orang di Kota Tesalonika yang dahulunya penyembah berhala ato penyembahan kepada dewa-dewa berbalik pada Injil yang diberitakan oleh Paulus dan kawan-kawan, mereka so percaya itu firman.

Paulus mengucap syukur kepada jemaat di Tesalonika atas kesetiaan jemaat, juga mengingatkan jemaat agar tetap terus tumbuh dalam pekerjaan iman, usaha kasih dan ketekunan pengharapan kepada Yesus Kristus, karena Allah yang memilih mereka. Paulus menegaskan dalam ayat 5, “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu”. Hal ini memberikan penguatan iman kepada Jemaat di Tesalonika yang disampaikan Rasul Paulus. Pada akhirnya banyak jemaat yang menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Hal ini merupakan buah dari pemberitaan Injil Rasul Paulus. 1 Tesalonika ini juga diyakini merupakan surat yang pertama dari surat-surat yang ditulis oleh Rasul Paulus. Ajaran Paulus dalam surat 1 Tesalonika ini berfokus pada kedatangan kembali Yesus Kristus, termasuk kesulitan dari para pengikut Yesus Kristus sebelum kedatangan-Nya yang kembali. Sehingga dalam bacaan kali ini Paulus juga memberikan motivasi iman kepada jemaat di Tesalonika tentang kedatangan Yesus kembali.

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina, Rasul Paulus, Silwanus dan Timotius berhasil membina orang-orang percaya yang ada di Tesalonika dengan tantangan yang besar, salah satunya orang-orang Yahudi yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Akan tetapi, karena iman mereka yang kuat, maka jemaat di Tesalonika berhasil meninggalkan berhala, mampu mewujudkan kasih atau rela berkorban dalam pelayanan dan pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus kembali. ini merupakan buah pemberitaan Injil dari Rasul Paulus yang begitu setia menebarkan Injil. Apakah torang sebagai remaja Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus dapat terus melakukan pekerjaan pelayanan? Nanti teman-teman jawab sendiri dan lakukan sendiri. Untuk itu teman-teman, mari torang sama-sama kembangkan talenta torang masing-masing untuk memberitakan Injil, karena ketika torang yakini bersama apa yang ada pa torang semua, torang pasti bisa gunakan itu sebagai alat untuk torang memberitakan Injil bertitik tolak dari pembacaan alkitab di saat ini. Satu hal yang harus torang ingat bahwa “Berita Injil Adalah Sebuah Kepastian yang Kokoh”. Tinggal bagaimana torang menggunakannya untuk banyak orang. Demikian firman Tuhan. Amin.  

Sabtu, 16 April 2022

Renungan 17-23 April 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan: Markus 16:1-8

Tema: JADILAH PEWARTA KEBANGKITAN

Syaloom. Damai di hati...

Apa kabar Remaja GMIM? 

Siap! Berakar, Bertumbuh, Berbuah bagi Kristus! Yes yes yes! Saya Diberkati!

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang diberkati Tuhan Yesus Kristus, saat ini umat Kristen di seluruh dunia sementara merayakan paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus. Setiap tahunnya kita diingatkan untuk merenungkan karya besar Allah dalam Yesus Kristus di tengah-tengah kehidupan orang percaya yang mengimani dan mengamini bahwa kita semua diselamatkan dari keinginan daging yaitu dosa. Tetapi, tanpa disadari setiap tahunnya kita lupa membalas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Allah di dalam Yesus Kristus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita. Keterbatasan hidup kita sebagai manusia terkadang membuat kita lupa akan keselamatan yang datang dari Allah melalui Yesus Kristus. Hari ini, iman kita disegarkan lagi dengan Firman dalam kitab Markus 16:1-8 tentang Kebangkitan Yesus dan melalui Firman ini kita akan merenungkan serta belajar menjadi Pewarta Kebangkitan.

Remaja dan pembina yang diberkati Tuhan Yesus Kristus, kitab Markus merupakan salah satu Kitab Injil yang berbicara tentang kisah pelayanan Yesus Kristus. Kitab Markus adalah Kitab Injil yang paling pendek dan dapat dikatakan paling tua. Sesuai dengan pembacaan kita hari ini, seperti yang telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri, Allah membangkitkanNya tiga hari setelah kematian-Nya. Yesus pertama-tama menampakkan diri-Nya kepada perempuan-perempuan yang datang ke kubur-Nya.  meminta menyampaikan pesan kepada Petrus dan murid-murid-Nya yang lain supaya mereka pergi ke Galilea. Di sana Yesus menemui mereka. Untuk menjadi pewarta kebangkitan Yesus Kristus, mari kita belajar memahami Firman Tuhan hari ini.

Pertama, Kesetiaan kepada Allah. Maria Magdalena, Maria Ibu Yesus dan Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Kesetiaan yang ditunjukkan para perempuan ini mengajarkan kita semua sebagai remaja dan pembina untuk dapat melakukan hal yang sama. Ada orang yang berusaha setia, setengah-setengah setia bahkan ada yang gagal hidup dalam kesetiaan melayani Tuhan. Tidak dapat dipungkiri hal demikian yang sering kita lihat di depan mata atau pun kita sendiri yang tanpa disadari menunjukkan ketidaksetiaan kepada Tuhan. Mewartakan kebangkitan Yesus Kristus harusnya dapat kita tunjukkan melalui hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kepada sesama. Kesemuanya itu dibutuhkan kesetiaan untuk melakukan dan menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Mari maksimalkan kesetiaan kita melayani Tuhan seperti yang ditunjukkan oleh para perempuan. Salah satu cara menunjukkan kesetiaan kita kepada Yesus adalah sungguh-sungguh, tulus hati datang beribadah dan aktif dalam pelayanan remaja GMIM. Saat ini, kita melihat banyak remaja yang gagal dan jauh dari mewartakan kebangkitan Yesus Kristus. Misalnya, coba-coba minum minuman keras, merokok, melawan orang tua, tawuran, pacaran dan seks bebas kemudian jatuh ke dalam dosa, masih remaja sudah akselerasi jadi bapak dan ibu, sangat disayangkan. Untuk pembina remaja, semoga tidak kehilangan kesetiaan untuk melayani hanya karena berselisih paham antara penatua dan pembina atau sesama pembina remaja. Marilah perkuat kesetiaan kita untuk membimbing dan mengarahkan adik-adik remaja supaya ikut setia hidup takut akan Tuhan.

Kedua, Menghargai Ciptaan Allah. Diketahui pada zaman itu, orang Yahudi menggunakan rempah dan minyak untuk mengurangi bau busuk kemudian secara iklim Yerusalem yang panas mengakibatkan pembusukan secara cepat sehingga harus diberikan hal yang sama oleh para perempuan terhadap mayat Yesus yang telah ditinggal selama dua malam satu hari. Hal ini menggambarkan tentang kemahakuasaan Allah melalui cuaca dan kekayaan alam seperti rempah serta minyak yang merupakan bagian dari ciptaan yang harus dijaga, dipelihara dan dihargai. 20 April 2022 tepat di minggu berjalan ini diperingati sebagai Hari Bumi. Peringatan ini sebagai alarm pengingat untuk manusia menghargai lingkungan. Contohnya, tidak membuang sampah sembarangan. Sikap saling menghargai juga menjadi hal penting yang harus dilakukan setiap orang untuk menjaga keutuhan hidup berdampingan. Sebagai remaja tidak saling menghina satu dengan lainnya sehingga remaja tidak Insecure untuk bergaul. Kemudian, dalam satu pelayanan remaja saling mengingatkan ketika ada yang terlupakan dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan bukan saling mencibir dan menjatuhkan.

Ketiga, Jangan Takut! Kalimat ini disampaikan seorang muda kepada para perempuan karena Yesus sudah bangkit (Ay. 6) dan mengatakan kepada mereka untuk pergi menyampaikan kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus. Para perempuan itu keluar dan lari meninggalkan kubur dalam keadaan gentar dan merasa takut. Tetapi, dalam keadaan takut pun mereka dapat menyampaikan kebenaran bahwa Yesus sudah bangkit.

Kakak-kakak pembina dan remaja yang diberkati Tuhan Yesus Kristus, siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami ketakutan? Pasti kita semua sudah pernah mengalaminya dan hal itu wajar pada setiap manusia. Ketika kita berbuat salah dan menyembunyikan kesalahan itu, pasti ada rasa takut di dalam diri. Tapi pada akhirnya, kita harus melawan ketakutan itu dengan mengakuinya supaya perasaan akan terasa lega. Di dalam ketakutan para perempuan pun dapat menyampaikan kabar sukacita kepada murid Yesus bahwa Yesus sudah bangkit.

Khusus untuk remaja dan pembina perempuan masa kini, kita tidak boleh kalah dengan para perempuan di masa Yesus, bahkan tanggal 21 April ini kita memperingati Hari Kartini yang merupakan salah satu pejuang perempuan Indonesia yang semangat melawan ketakutan di tengah memperjuangkan hak-hak perempuan. Harusnya hal yang sama dilakukan oleh perempuan masa kini yang harus memiliki keberanian untuk mengatakan ya pada hal yang benar dan katakan tidak pada hal yang salah. Bukan takut dan akhirnya berdusta sehingga hidup dalam dosa, jauhkan.

Marilah kepada kita semua, jangan takut untuk menyatakan kebenaran Firman Tuhan. Melawan ketakutan dimulai dari mana? Diri sendiri. Berani di dalam tempat ibadah, berani ikut kegiatan remaja GMIM, berani katakan tidak pada dosa dan katakan Yesus Kristus sudah bangkit, menebus dan menyelamatkan kita orang percaya serta beriman dari dosa. Selamat Paskah. Selamat merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Amin.


Minggu, 10 April 2022

Renungan 10-16 April 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan: Lukas 23:33-43

Tema: TERSALIB SEKALIPUN TIDAK BERSALAH

Syaloom. Damai di hati...

Saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan, setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya. Karena itu ada istilah, “berani berbuat, berani bertanggung jawab”. Tetapi Yesus, Tuhan kita mengalami sengsara dan menjalani derita bahkan mati tersalib untuk menanggung apa yang yang tidak diperbuatNya. Hukuman mati dengan cara disalibkan adalah sebuah kutukan dan hukuman bagi penjahat kaliber. Orang yang disalib adalah orang yang terkutuk, terhukum dan terjahat. Tapi Yesus disalibkan bukan karena Ia terkutuk, bukan karena Ia pantas terhukum juga dan bukan karena perbuatan kejahatan. Yesus disalibkan karena suatu tanggung jawab dalam karya kasihNya untuk menggantikan manusia terkutuk, manusia terhukum, manusia yang melakukan kejahatan dan manusia yang berdosa yaitu kita semua.

Yesus bertanggung jawab atas dosa yang dilakukan manusia. Oleh karena dosa itu, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus adalah bukti kasih Allah kepada umatNya dan juga seruan pertobatan untuk menerima kasihNya yang besar itu. Sehingga peringatan yang kita lakukan adalah juga untuk melihat diri kita sudah sejauh mana sikap dan perbuatan kita mencerminkan kasih dan pengampunan dari Kristus untuk menerima anugerahNya. Bagaimana kita mau menyadari kekurangan kita dihadapan salib Kristus? Dengan cara meratapi kesalahan kita dan mau memberi diri untuk hidup dalam pertobatan yang sungguh dan mau mengasihi sebagai bentuk ucapan syukur karena Yesus telah terlebih dahulu mengasihi umatNya.

Di Bukit Golgota Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat. Yesus terhitung di antara para pemberontak. Meskipun pemimpin Yahudi dan orang banyak telah memposisikan Yesus sebagai seorang penjahat tetapi mereka terus mempermalukan Yesus. Mereka membuang undi untuk membagi pakaian Yesus.para pemimpin mengejek Yesus. Para prajurit mengolok-olokan Yesus. Mereka bukan hanya menyiksa tubuh Yesus, mereka bukan hanya mempermalukan harga diri Yesus tapi mereka juga menginjak-injak status Yesus sebagai Mesias dan Raja. Bahkan menghujat Yesus selaku Juruselamat. Siksaan dan derita yang Yesus alami bukan hanya secara fisik saja tetapi juga keilahianNya. Orang banyak yang selalu berkerumun untuk mendengar pengajaran Yesus dan menyaksikan mujizat-mijuzat Yesus hanya berkerumun menonton peristiwa itu seperti menonton sebuah film. Perempuan-perempuan yang selalu mengikuti Yesus bahkan tidak sanggup untuk mendekat. Mereka berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu. Para muridNya tidak disebutkan berada dimana, tetapi sudah tentu mereka telah meninggalkan Yesus.

Yesus menjadi yang terhukum dan ditolak oleh manusia yang ditebusNya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Jika dilihat dari konteks saat ini mungkin sangat jarang terlihat ada orang yang mau memberi diri berkorban untuk sesuatu hal bagi orang lain. Contoh saja, ada sebagian orang ketika menolong orang mereka pasti bertanya terlebih dahulu, apa yang akan didapat jika menolong kamu? Atau apa yang saya peroleh jika saya membantu kamu? Hal-hal ini yang hendak menunjukkan bahwa sekalipun manusia kaya dalam dunia ini namun dia sangat miskin jika dibandingkan dengan pengorbanan dan kasih Allah. Sebagai remaja-remaja Kristen hendaklah juga kita mau tetap terus memperbaharui diri ini dan mau tetap hidup dalam kasih dan tuntunan Tuhan sebab apa yang telah Tuhan buat bagi kita, semua tak dapat terbalaskan kecuali kita mau untuk tetap memberi seisi kehidupan ini dalam pelayanan kepada Tuhan.

Jadilah remaja-remaja yang mau meneladankan sosok Kristus dalam kehidupan agar supaya buah-buah kebenaran akan selalu ditunjukkan karena kita ini adalah anak-anak Allah yang mau mendengar bahkan mau melakukan apa yang menjadi kehendak kasihNya dalam kehidupan kita sebagai orangorang yang percaya kepadaNya. Amin.


Sabtu, 12 Maret 2022

Renungan 13-19 Maret 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan: Zakharia 12:1-14

Tema: Meratap Tanda Pertobatan


Syalom. Damai di hati...

Pembina remaja dan remaja GMIM yang dikasihi Tuhan, coba kita sebutkan hal apa saja yang dapat membuat seseorang meratap atau merasakan kesedihan yang mendalam? Jawaban setiap orang pasti akan berbeda, ada yang meratap karena kehilangan orang yang sangat kita kasihi seperti kematian anggota keluarga atau saudara kita. Kemudian ada yang meratap karena ditinggalkan pacar, rusaknya hubungan persahabatan dan pertemanan bahkan hal-hal lainnya yang membuat hati kita begitu pedih dan sedih. Namun, pembacaan Alkitab dalam Zakharia 12:1-14 membawa kita untuk melihat bahwa ada situasi atau keadaan seseorang yang meratap untuk suatu pertobatan kepada Tuhan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Peristiwa ini dapat kita lihat dalam perjalanan sejarah bangsa Israel. Pada dasarnya bangsa Israel merupakan umat pilihan Tuhan. Namun, dalam kenyataannya umat pilihan Tuhan yang diharapkan setia dan taat melakukan kehendak Tuhan malahan justru bangsa Israel lebih sering melupakan perintah Tuhan dan hal ini tentu sangat menyakiti hati Tuhan. Oleh karena itu dalam konteks kitab Zakharia, bangsa Israel sedang dididik oleh Tuhan Allah di tempat pembuangan Babel dan nabi Zakharia tampil untuk menyuarakan suara kenabian yang membawa Firman Tuhan kepada umat dalam memulihkan kehidupan spiritualitas dan kerohanian, suara pembebasan dan pembaharuan serta menyatakan bahwa bangsa Israel akan segera kembali ke Yerusalem oleh karena janji Tuhan harus digenapi atas bangsa pilihan Tuhan.

Dalam situasi inilah, Zakharia pasal 12 ini disampaikan kepada umat Israel supaya mereka menyadari akan providensia (pemeliharaan/penyertaan) Allah yang penuh cinta kasih kepada umat yang dipilihnya dan supaya mereka hidup di dalam pertobatan. Seperti pada ayat 7 sampai 9 dijelaskan bagaimana Tuhan-lah yang memberi kemenangan, Tuhan-lah yang melindungi, Tuhan-lah yang akan menjaga bangsa Israel dari lawan-lawan/ musuh-musuh mereka. Dari sini hal pertama yang kita dapat pelajari ialah remaja yang hidup di dalam kasih dan pertobatan di hadapan Tuhan pasti akan senantiasa dilindungi, dijaga bahkan diberikan keberhasilan oleh Tuhan. Contoh ketika kita berada di sekolah untuk belajar, salah satu hal praktis yang menunjukkan bahwa kita adalah anak Tuhan yang hidup dalam pertobatan ialah dengan bersungguh-sungguh belajar dan berprestasi di sekolah. Dengan demikian, nama Tuhan akan dipermuliakan melalui prestasi belajar kita di sekolah. Hal itu menunjukkan keberhasilan prestasi yang kita raih semata-mata karena anugerah Tuhan bagi setiap anak-anak Tuhan yang hidup dalam kekudusan dan ketaatan kepada-Nya. Hal yang kedua, dijelaskan dalam ayat 10 bagaimana keadaan umat yang meratap oleh karena seseorang yang tertikam karena perbuatan mereka. Ratapan terhadap seseorang yang tertikam ini mengandung nubuatan sang Mesias yang akan datang ke dalam dunia dan mengalami keadaan tertikam. Hal ini juga diungkap oleh Yohanes 19:37 yang memberikan penjelasan bahwa orang yang tertikam itu adalah Yesus Kristus.

Pembina remaja dan remaja yang dikasihi Tuhan, Yesus tertikam oleh karena dosa-dosa kita. Di minggu sengsara yang pertama ini, mari kita mengevaluasi kehidupan kita di hadapan Tuhan. Sudahkah kita sebagai remaja menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang berdosa dan karena dosa kitalah sehingga Yesus tertikam di kayu salib untuk menebus dosa kita semua? Sadarkah kita bahwa karena kita, Yesus tertikam di kayu salib? Sadarkah kita sebagai remaja bahwa hanya oleh anugerah Tuhan yang penuh cinta kasih maka kita akan beroleh janji pembebasan, janji pembaharuan dan janji kepastian keselamatan? Apa yang Tuhan minta bagi kita saat ini? Mari hidup dalam pertobatan kepada Tuhan. Inilah momen yang tepat bagi remaja GMIM untuk ratapi akan kesalahan dan dosa yang kita lakukan sambil kita meratapi Yesus yang tertikam di kayu salib sebagai tanda pertobatan kita. Tinggalkan manusia lama yang masih terikat dalam karakter dan perilaku kita seperti melawan orang tua, penyalagunaan media sosial, pergaulan bebas, dan hal-hal lainnya yang menyakiti hati Tuhan. Mari kita gunakan hidup ini untuk menjadi alat kesaksian dan berkat Tuhan supaya kehidupan kita diberkati, dipelihara dan senantiasa ada dalam pemeliharaan Tuhan sehingga kita dapat berakar, bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan-Nya. Selamat menghayati minggu sengsara yang pertama. Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin.

Sabtu, 05 Maret 2022

Renungan 6-12 Maret 2022 (Bina Remaja)

Pembacaan: Yesaya 58:1-12

Tema: Membangun Spritual Melalui Puasa Diakonal

Syalom. Damai di hati... 
Saudaraku yang kekasih di dalam Tuhan Yesus, salah satu program gereja di minggu-minggu sengsara ini sedang adalah program Puasa Diakonal. Sudah bertahun-tahun ini menjadi kebiasaan yang sangat positif di gereja kita secara khusus GMIM. Diketahui bersama bahwa Puasa Diakonal adalah berpantang terhadap sebagian barang milik sendiri untuk tidak dikonsumsi atau digunakan dalam kurun waktu tertentu dan diberikan atau dipersembahkan secara khusus demi pelayanan kemanusiaan atau yang kita kenal Diakonia. Atau dengan kata lain kita mengurangi kebutuhan kita untuk membantu mereka yang berkekurangan. 

Saudaraku adik-adik remaja dan pembina remaja yang dikasihi Tuhan, bacaan Yesaya 58:1-12 ini adalah merupakan seruan terhadap bangsa Israel dan Yehuda setelah mereka keluar dari pembuangan di Babel. Diawali dengan seruan keras dan nyaring untuk mengecam dosa umat itu bagaikan bunyi sangkakala yang amat nyaring oleh karena pelanggaran umat Tuhan yang mempraktekan kemunafikan dosa di balik kekeliruan dalam berpuasa dalam ayat 1. Mengapa demikian? Karena umat ini terkadang berlagak mengikuti jalan Tuhan tetapi sesungguhnya hati mereka jauh dari Tuhan. Nah, kalau kita baca di ayat 2 dan 3 disini merupakan kecaman keras dari Tuhan. Memang mereka mencari Aku dan suka mengenal jalan-Ku, seperti bangsa yang melakukan dengan benar kata Tuhan, dan seakan mereka tidak meninggalkan hukum Allah dengan rutin berpuasa. Sehingga mungkin Allah tidak menjawab sesuai keinginan mereka sehingga bertanya mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya? Mengapa kami merendahkan diri tetapi Engkau tidak mengindahkannya? Saudaraku, rupanya di balik puasa bangsa Israel ini memiliki muatan supaya mereka mendapatkan balasan dari puasa mereka. Maka dari jawaban Tuhan nampak di ayat 4-7 bahwa sesungguhnya mereka berpuasa namun masih berbantah-bantah, berkelahi, melakukan yang tidak semena-mena atau dengan kata lain berpuasa hanya rutinitas. Oleh karena itu Tuhan menegaskan bahwa bukan puasa seperti itu yang dikehendaki-Nya. Allah menghendaki Puasa Diakonal seperti ayat 7 supaya engkau memecahmecah rotimu bagi orang yang lapar yang tidak punya rumah, memberikan pakaian bagi mereka yang telanjang dan mengutamakan kepentingan orang miskin dan lain sebagainya. Ayat 9, pada waktu mereka melakukannya maka Tuhan akan menjawab asalkan bangsa ini melakukannya dengan hati serta puasa yang murni. Tuhan akan menuntun senantiasa dan akan memuaskan hati di tanah yang kering sebagai gambaran hati yang murni akan selalu subur dan tidak mengecewakan. Dalam ayat 12 juga digambarkan bahwa Tuhan akan memperbaiki reruntuhan bangunan yang rusak dan memperbaiki tembok yang tembus, yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni. Ayat ini menggambarkan pemulihan bangsa Israel kalau mereka hidup dalam ketulusan hati dan mempraktekkan puasa yang murni.

Nah, adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina, kalu mo ditanya apakah torang so pernah ba puasa, pasti biar belum samua, paling so ada yang pernah berpuasa. Dalam berpuasa di era modern ini banyak keunikan. Kalu mo tanya bagimana so kalu ba puasa? Ada yang ba jawab, “kalu kita ba puasa itu tahan lapar, nyanda minum deng laeng-laeng”. Mar ada katu lagi yang jawab, “oh kalu kita tahan semua nafsu dunia selama puasa, mar klar itu jatuh dalam dosa lagi”. Ada lagi yang ba puasa supaya mo minta sesuatu pa Tuhan. Contoh permintaan: “Oh Tuhan, kita mo belajar, kase akang petunjuk”, “oh Tuhan, kita mo cari kerja, kase petunjuk”. Ada lagi yang berdoa, “oh Tuhan, kase kita jodoh”, padahal masih remaja. Mar apapun itu boleh no ba minta saat puasa. Asal jang sama deng bangsa Israel, berpuasa cuma for dorang pe keinginan yang akhirnya Tuhan nda jawab.

Nah saudaraku, bagaimana sih cara berpuasa yang dikehendaki Tuhan Yesus? Alkitab memberi contoh-contohnya. Dalam Matius 6:12 Tuhan bilang kalu berpuasa jangan muka muram ato muka asang, jangan orang tau kalu ja ba puasa, jangan sama deng orang munafik. Jang ja kase tunjung pa orang kalu ba puasa supaya Tuhan memperhitungkan bahwa dengan hati yang tulus maka puasa akan berkenan kepada Tuhan. Dalam Matius 4:1-11 bagaimana Tuhan Yesus berpuasa 40 hari dan 40 malam, walapun dia lapar dan fisik-Nya lemah namun Dia tidak tergoda dengan rayuan iblis untuk menawarkan makanan, kekayaan dan kekuasaan. Dengan kata lain puasa itu harus dengan tulus hati, tersembunyi dan tidak tergoda dengan keinginan duniawi. Apalagi Remaja yang sarat dengan godaan duniawi dengan perkembangan yang ada. Oleh karenanya torang musti menjadikan Tuhan itu teladan bagi kita. Puasa-Nya untuk kepentingan kita. Dia rela memberikan nyawa-Nya hanya untuk dosa kita semua. Apalagi dalan perayaan minggu sengsara ini torang musti berpuasa tinggalkan dosa. Tinggalkan keinginan duniawi. Kalu so tabiasa main hp sampe berjam-jam, ba nonton sampe lat, bajalan deng motor sampe lat, main deng teman so full seharian, maka kurangi itu semua. Itu juga bagian dari Puasa Diakonal. Rela mengurangi kepentingan sendiri untuk kepentingan orang laeng. Mari biar masih remaja torang belajar untuk berdiakonia. Kalau biasa beli paket data 100.000 1 bulan, coba ambe jo tu 50.000 kong 50.000 kase pa teman atau sesama yang sangat butuh. Mari belajar berbagi bagi sesama. Yesus telah berdiakonia bagi manusia. Dia rela tinggalkan Surga hanya untuk keselamatan kita. Filipi pasal 2:1-11 mencatat tentang Dia yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: „Yesus Kristus adalah Tuhan,“ bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina, janganlah kita seperti bangsa Israel yang menyalahgunakan puasa tetapi berpuasalah dengan benar. Puasa yang benar adalah menahan diri dari keinginan daging serta mengutamakan sesama daripada kepentingan diri sendiri. Tuhan memberkati. Amin.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More